Berita
Anggota DPRD Provinsi Jatim DR Achmad Iwan Zunaih
Berita Dewan

Meningkatnya Kesejahteraan Ekonomi Harus Mampu Tingkatkan Kuaitas SDM

Komitmen DR Achmad Iwan Zunaih untuk  mengoptimalkan upaya dan program program peningkatan kesejahteraan masyarakat di dapl Gresik Lamongan akan terus dilrealisasikan. Itu tarjet utama yang ingin diwjutkan salah satu pengurus PP Sunan Drajat Lamongan ini.  Seperti diketahui, pria yang akrap dipanggil Gus Iwan lolos kembali di periode kedua keanggotaannya sebagai anggota DPRD Provinsi Jatim periode 2024-2029.

Norah Hasanah Minggu, 30 Juni 2024

Komitmen DR Achmad Iwan Zunaih untuk  mengoptimalkan upaya dan program program peningkatan kesejahteraan masyarakat di dapl Gresik Lamongan akan terus dilrealisasikan. Itu tarjet utama yang ingin diwjutkan salah satu pengurus PP Sunan Drajat Lamongan ini.  Seperti diketahui, pria yang akrap dipanggil Gus Iwan lolos kembali di periode kedua keanggotaannya sebagai anggota DPRD Provinsi Jatim periode 2024-2029. Meski diakuinya, pileg kali ini terasa jauh lebih berat dari pada sebelumnya. Selain ketatnya kompetisi merebut suara konstituen,  para caleg pendatang baru juga lumayan gesit mensosialisasikan diri.

 “ saya akan tetap fokus memaksimalkan program progran untuk  pertanian, peningkatan pendidikan,  selain program promosi pariwisata. Itu dua hal yang bisa digalakkan.  Selanjutnya, fokus pemenuhan yang selama ini menjadi PR belum terselesaikan. Ya tentunya sebagai anggota Dewan kan fungsi kita sebagai representatif daripada kebutuhan atau keinginan masyarakat. . Artinya banyak sekali yang harus dan perlu sekali untuk kita realisasikan, yang ingin kita wujudkan pada periode kedua nanti.” Ujar politisi Nasdem yang juga menjadi rektor INSUD Lamongan ini.

“ Secara pribadi  saya  menilainya ada beberapa  kebutuhan dasar manusia khususnya  masyarakat Jawa Timur yang perlu dipenuhi.  Pertama adalah ekonomi.  Kenapa? Karena ketidakstabilan ekonomi itu akan berimbas kepada  segala sesuatunya.  Ekonomi gak kuat, pendidikan  juga akan lemah I karena ketidakmampuan mengfasilitasi pendidikan.. Ekonomi kurang, , kesehatan juga akan lemah, itu pasti. Sehingga yang paling pertama dan menjadi perhatian utama itu adalah bagaimana peningkatan kesejahteraan. Sebagai prioritas utama.” tambah bapak  dengan 5 anak yang hafiz semua.

Ia juga berjanji tidak akan memilah milah bantuan baik itu kepada i kelompok  nelayan, atau kelompok pertaniannya,  peternakan atau yang  lain-lain itu.  Tetap disusun berdasar  skala prioritas sebagai  hal yang akan ia perjuangkan .  Bagi dia,  kaya  dan sejahtera saja itu juga tidak cukup. Karena  harus didukung oleh SDM yang potensial dan berkualitas. Artinya kekayaan harusnya mampu memberikan efek  positif kepada masyarakat terutama untuk mengfasilitasi kesempatan untuk mendapat akses pendidikan lebih tinggi.

Karena apabila  SDM masyarakat  ditingkatkan melalui jalur pendidikan, maka potensinya akan lebih tinggi.. Progam ke depan Pemerintahan Provinsi Jawa Timur harus menjadikan pendidikan sebagai   prioritas utama..  Karena saat ini keadilan pendidikan itu masih belum bisa dirasakan penuh oleh masyarakat kita. Baru bisa dinikmati kelompok the have saja.  Idealnya, sejahtera secara ekonomi, pendidikannya baik, kesehatan juga baik.

Program kesehatan ini juga masih banyak PR di Jawa Timur, khususnya masalah keadilan bidang  kesehatan ini. Masyarakat yang kurang mampu  kesulitan sehingga paling tidak standar mutu  layanan kesehatan di Jawa Timur ini itu harus menjadi satu program utama. Minimal paling tidak kebijakan  masyarakat Jawa Timur mendapatkan layanan kesehatan ,  layanan standar.  

Sebagai rektor salah satu perguruan tinggi di Lamongan,  yang juga memiliki jaringan pebdidikan mulai SD sampai perguruan tinggi pihaknya sangat mendukung prgram program fasilitasi program pendidikan perguruan tinggi bagi mereka dari kelompok masyarakat tidak mampu. Pemberian beasiswa menurut dia adalah upaya untuk  mewujudkan keadilan pendidikan.

Jadi artinya orang yang gak mampu pun seharusnya i bisa  melanjutkan pendidikan. Pemberian biasiswa-biasiswa itu memang harus digencakan. Bantuan untuk mendukung program pertanian juga terus digalakkan.  Subsidi pupuk untuk petambak  juga masih jauh dari target yang diharapkan. Idealnya mampu memenuhi kebutuhan semua petambak, tapi sampai detik iini jauh dari kategori maksimal. Idelanya harus merata sehingga bantuan ini akan akan lebih mengena dan tepat sasaran.

Yang ia sayangkan, kewenangan bantuan pupuk subsidi bukan dikelolala oleh Pemprof Jatim tapi langsung dari pusat.  Sementara acuan pembagian sesuai data yang mungkin belum diupdate sehingga problem yang sama terjadi berulang lagi. Ada beberapa wilayah yang menemui problem kelangkaan pupuk.  Harapan kita kepada pemerintahan pusat khususnya disini adalah Kementerian Perikanan Pertanian. Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para petani khususnya lagi dalam hal pupuk ini itu mekanisme dan skemanya itu jangan seperti sekarang ini.  Biasanya  kabupaten kita mengajukan  ke pemerintah propinsi berapa kebutuhan pupuknya. Setelah mengajuan dari beberapa daerah terkumpul,  diajukan ke pusat. Tapi setelah bantuan turun selalu saja tak mampu mencukupi kebutuhan  100% . artinya pola dan skema bantuan yang harus dirubah. Tehnisnya seperti apa, Dinas Petanian Jatim harus mulai mencari skema yang tepat.