gerbang baru nusantara

Pinjol Meresahkan, Saatnya Masyarakat Perkuat Literasi Keuangan

Wakil ketua komisi E DPRD Jawa Timur Hikmah Bafaqih mengatakan sudah saatnya masyarakat diberi pendidikan terhadap literasi keuangan. Pasalnya, selama ini masyarakat lemah dalam literasi keuangan terkait keberadaan pinjol (pinjaman online).

Try Wahyudi
Selasa, 02 Juli 2024
Bagikan img img img img
Wakil ketua komisi E DPRD Jawa Timur Hikmah Bafaqih

Wakil ketua komisi E DPRD Jawa Timur Hikmah Bafaqih mengatakan sudah saatnya masyarakat diberi pendidikan terhadap
literasi keuangan. Pasalnya, selama ini masyarakat lemah dalam literasi keuangan terkait keberadaan pinjol (pinjaman online).

Politisi PKB ini mengatakan permasalahan kemiskinan sekarang masih banyak diragukan. Alasannya, kategori kemiskinan sangat tidak jelas
sama sekali."Kalau dibilang kemiskinan, tapi masih banyak masyarakat kita pergi ke mall untuk berbelanja. Untuk pergi haji juga masih
banyak dan terus bertambah,"jelasnya selasa (2/7/2024).

Penggunaan pinjol, kata Hikmah, banyak masyarakat yang tidak memahami resiko."Hal ini dikarenakan respon literasi keuangan masyarakat
rendah,"jelas wanita asal Malang ini.

Dikatakan oleh dia, untuk respon taktis terhadap keberadaan pinjol, harusnya yang diciduk yang melakukan transaksi pinjol saja. " Yang
harus ditangkap itu bandarnya bukan yang melakukan transaksi,"sambungnya.

Para bandar ini, kata Hikmah, justru akan melakukan berbagai cara yang harus mendapat atensi lebih dari aparat penegak hukum. Hikmah
menghimbau kepada masyarakat agar lebih memahami betul ketika melakukan peminjaman harus mengetahui aspek pertanggungjawabannya.

"Pinjol itu harus bagaimana dan bentuk pola bayarnya. Jangan sampai masyarakat dibuat susah akan kinerjanya dari pinjol itu sendiri,"tandasnya.

Pinjam online (pinjol) sekarang ini di Jawa Timur sangat dikeluhkan oleh warga. Alasannya, keberadaannya bukanlah membantu masyarakat,
namun malah mencekik perekonomian masyarakat. Bukan memberikan keuntungan bagi konsumen, malah membuat konsumennya terjerat bunga
tinggi.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu