40 Sekolah Rakyat Berdiri di Jawa Timur, Rasiyo : Putus Mata Rantai Kemiskinan
Anggota komisi E DPRD Jawa Timur Rasiyo mengatakan pihaknya berharap pemerintah mengabulkan permintaan gubernur Khofifah untuk mendirikan 40 sekolah rakyat di Jawa Timur.
Anggota komisi E DPRD Jawa Timur Rasiyo mengatakan pihaknya berharap pemerintah mengabulkan permintaan gubernur Khofifah untuk mendirikan 40 sekolah rakyat di Jawa Timur.
"Tentunya ini sangat bermanfaat sekali dimana bagian dari pengentasan kemiskinan di Jawa Timur, "ujar mantan sekdaprov Jawa Timur ini, Kamis (6/3/2025).
Mantan kadiknas Jawa Timur ini mengatakan dalam sekolah rakyat ini nantinya akan dilengkapi seluruh fasilitas pendidikan termasuk adanya mess atau penginapan bagi siswa yang menjalani pendidikan di sekolah tersebut." Sekolah ini diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Nanti kategorinya bisa sesuai dengan data Dinas sosial Jawa Timur sapa saja yan berhak sekolah disana. Semuanya gratis, "ujar pria kelahiran Madiun ini.
Sedangkan format sekolah rakyat ini, Rasiyo menjelaskan bahwa nanti sekolagh rakyat ini berupa boarding school yang khusus diperuntukkan bagi anak-anak keluarga kategori miskin dan miskin ekstrem. "Dengan tujuan agar anak-anak tersebut memiliki keberlanjutan dalam pembelajaran atau tidak putus sekolah atau drop out. Serta, untuk memperkuat pembentukan karakternya sehingga lebih terpadu,"tuturnya.
Menurutnya, dengan adanya sekolah rakyat ini diharapkan mampu membangkitkan masyarakat miskin untuk bergerak ke arah yang lebih mapan. "Selain memutus mata rantai kemiskinan, Sekolah Rakyat diharapkan bisa membangkitkan masyarakat miskin dan miskin ekstrem menuju Indonesia Emas 2045,"tuturnya.
Rasiyo mengatakan Sekolah Rakyat merupakan upaya nyata pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dengan cara memuliakan masyarakat miskin dan miskin ekstrem, serta mendorong mereka untuk bangkit dan berdaya.
Menurutnya, dengan mendirikan sekolah rakyat tersebut pemerintah sudah mengambil langkah yang benar untuk membangun Sekolah Rakyat ini bisa terwujud. Ia menambahkan menurut berbagai kajian, baik akademik maupun empirik, pendidikan terbukti merupakan salah satu faktor pemotong rantai kemiskinan.
Melalui Sekolah Rakyat inilah, lanjut Rasiyo berharap kepercayaan diri masyarakat miskin dan miskin ekstrem bertumbuh dan bisa bangkit memberikan kontribusi dalam membangun Indonesia. “Saatnya sekarang kaum dhuafa bangkit. Punya self-confidence yang kuat, punya masa depan yang sangat jelas melalui dunia pendidikan kita,” ucapnya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajukan penyiapan 40 sekolah rakyat untuk mendukung program Presiden Prabowo Subianto. Sebanyak 40 sekolah tersebut rencananya dibangun secara gotong-royong bersama 38 pemerintah kabupaten kota dan 2 lainnya oleh Pemprov Jatim.
“Hal ini sesuai arahan dari Presiden RI Prabowo Subianto kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf untuk menyiapkan sekolah untuk anak-anak yang berasal dari kategori keluarga miskin dan miskin ekstrem. Anggaran yang disiapkan satu sekolah dibutuhkan anggaran Rp 100 Miliar” kata Khofifah beberapa waktu lalu.
Sekedar diketahui, Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto akan diperuntukkan bagi keluarga miskin, utamanya yang miskin ekstrem. Peserta didiknya tak akan dipungut biaya alias gratis. Dalam tahap awal pelaksanaan program ini akan dimulai dengan tingkat SMA.










