Fraksi NasDem Kurang Sepakat Sekolah Diliburkan Selama Ramadhan
Wacana sekolah diliburkan selama Bulan Ramadhan mendapatkan penolakan dari DPRD Jawa Timur. Mengingat banyak mudharatnya, jika murid diliburkan selama Ramadhan. Meskipun alasan agar Murid maksimal dalam menjalankan ibadah puasa.
Wacana sekolah diliburkan selama Bulan Ramadhan mendapatkan penolakan dari DPRD Jawa Timur. Mengingat banyak mudharatnya, jika murid diliburkan selama Ramadhan. Meskipun alasan agar Murid maksimal dalam menjalankan ibadah puasa.
Anggota Fraksi NasDem DPRD Jatim, Ahmad Iwan Zunaih menilai kebijakan meliburkan sekolah selama Ramadhan kurang bijaksana karena kondisi anak-anak pada jaman terdahulu dengan sekarang jauh beda.
Jika murid diliburkan dipastikan bukan mendekatkan diri keagamaan atau menambah ibadahnya. Murid justru kedekatannya dengan hp karena waktunya banyak longgar. Akibatnya anak-anak akan lebih males untuk belajar karena cenderung memilih permainan game di hp.
"Seandainya diliburkan satu bulan pasti kedekatan siswa dengan hp dan yang lain justru lebih leluasa dan sangat memakan waktu mereka. Dan mereka semakin males," ujar Iwan, dikonfirmasi, Selasa 14 Januari 2025.
Iwan mengaku banyak para orang tua berkeluh kesah, dan protes, jika sekolah diliburkan. Maka, Iwan berharap ada solusi lain yang tepat, seperti halnya penguatan ilmu keagamaan.
"Dengan adanya wacana libur satu bulan selama ramadhan, wali murid curhat agar tidak diliburkan.
Menantu Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan, KH Abdul Ghofur itu berharap agar Ilmu keagamaan lebih difokuskan kepada siswa selama Ramadhan. Begitu juga halnya kurikulum pada Ramadhan bisa diganti atau disesuaikan.
Iwan menegaskan bahwa waktu puasa masyarakat berharapnya agar seluruh murid terbentuk budaya yang baik dan baru. Artinya puasa merupakan moment yang pas untuk membangun akhlak dan mentalm
"Artinya jadwal tidak full pagi sampai sore. Tetapi dibatasi waktunya biar sekolahnya tidak terlalu banyak. Agar mungkin siswa melakukan hal yang lain. Seperti pelajaran berapa jam, selanjutnya tanamkan bersedekah. Intinya kurikulum dan waktunya," pungkasnya.










