gerbang baru nusantara

Banjir Rendam Desa di Jombang, Anggota DPRD Jatim Sumardi Sebut Akibat Luberan Air Wonosalam

Anggota DPRD Jawa Timur, Sumardi menilai banjir yang menerjang Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang beberapa hari sebelumnya bukan disebabkan penggundulan hutan. Melainkan akibat unsur tanahnya. 

Adi Suprayitno
Jumat, 31 Januari 2025
Bagikan img img img img
Anggota DPRD Jawa Timur, Sumardi

Anggota DPRD Jawa Timur, Sumardi menilai banjir yang menerjang Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang beberapa hari sebelumnya bukan disebabkan penggundulan hutan. Melainkan akibat unsur tanahnya. 

Sumardi menyebut satu tahun sebelumnya, tim dari BPBD dan ahli geologi pernah turun di desa tersebut. 
Ahli geologi menyampaikan bahwa daerah Mojowarno adalah garis merah karena ada pergerakan tanah, dan di bawahnya terdapat air.
 
"Kawasan di daerah itu memang menjadi atensi ada beberapa proses yang dilakukan. Bahkan ahli geologi sempat berapa Minggu di sana," ungkap Sumardi, dikonfirmasi, Jumat 31 Januari 2025.

Sumardi mengungkapkan bahwa setahun lalu warga Mojowarno yakni 28 KK sudah diajak untuk relokasi ketempat yang lebih aman. Namun masyarakat enggan direlokasi karena unsur tanahnya sangat baik untuk pertanian.

"Dari sekian wilayah yang di Wonosalam, di daerah tersebut (Mojowarno) memang cukup bagus untuk pertaniannya dan hasilnya cukup bagus, makanya masyarakat itu enggan untuk direlokasi 

Politisi asal Dapil Mojokerto, Jombang itu mengaku dirinya pernah mendatangi Mojowarno pada malam hari. Ia menilai banjir tersebut diakibatkan limpahan air sungai Wonosalam. Ironisnya, limpahan debit airnya terlalu besar, sehingga hulunya tidak bisa menahan.

 "Airnya sempat meluber mengaliri beberapa jalan dan beberapa sawah-sawah. Jadi air itu dari arus sungai yang ada, dari Kalau enggak salah dari Kediri. sehingga luberan ke situ gitu jadi enggak bisa menampung luberan debit air yang banyak dari wilayah lain," ucapnya.

Politisi asal Partai Golkar itu menilai solusi banjir ini harus ada komunikasi yang dilakukan antara Pemerintah  Provinsi Jatim, maupun kabupaten yang terkait.

Selain itu, pentingnya mitigasinya di wilayah Jombang, Kediri dan Mojokerto untuk mengantisipasi. Mengingat kondisi sungai Konto yang mengalir dari Kediri hingga Kesamben dan berakhir di Brantas, luberan air semakin tinggi akibat banyaknya air yang masuk.

Untuk itu, Sumardi menekankan perlunya normalisasi sungai demi mengurangi dampak banjir di masa depan. 

“Kalau tidak salah sungai Konto dari Kediri sampai Kesamben selesai di Brantas dan luberan air debitnya lebih tinggi. Kedepan harus ada normalisasi nanti,” pungkasnya.
 

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu