Penghematan Anggaran,Sumardi: Gubernur Khofifah Prioritaskan Pengentasan Kemiskinan di Jawa Timur
Anggota DPRD Jawa Timur Sumardi mengatakan pihaknya berharap agara pasangan Khofifah-Emil diharapkan tak mengurangi semangat untuk program pengentasan kemiskinan di Jawa Timur meski saat ini terjadi efisiensi anggaran.
Anggota DPRD Jawa Timur Sumardi mengatakan pihaknya berharap agara pasangan Khofifah-Emil diharapkan tak mengurangi semangat untuk program pengentasan kemiskinan di Jawa Timur meski saat ini terjadi efisiensi anggaran.
"Kami mendukung penuh apapun yang dilakukan oleh bu Khofifah dalam memimpin Jawa Timur terlebih program-program untuk pengentasan kemiskinan. Meski sekarang ini ada keterbatasan anggaran, tentunya jangan mengurangi semangat untuk terus berupaya menekan kemiskinan di Jawa Timur, "jelas pria yang juga anggota komisi A DPRD Jawa Timur,Jumat 21 Februari 2025.
Politisi Golkar ini mengatakan garis Kemiskinan pada September 2024 tercatat sebesar Rp547.751,-/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp416.738,- (76,08 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp131.013,- (23,92 persen). "Pada September 2024, secara rata-rata rumah tangga miskin di Jawa Timur memiliki 4,27 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp2.338.897,-/rumah tangga miskin/bulan,"jelasnya.
Dijabarkan olehnya,dalam periode ke II saat ini, Khofifah-Emil memiliki program Nawa Bhakti Satya II adalah terkait ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan. Kebijakan ini dinilai linier dengan program pemerintah pusat." Pada periode pertama kemiskinan ekstrem di Jawa Timur berhasil turun dari 4,4 persen pada 2020 menjadi 0,66 persen pada Maret 2024,"terang pria yang juga pengacara ini.
"Jadi, semua program yang dijalankan harus memberikan dampak nyata terhadap pengurangan kemiskinan ekstrem, sejalan dengan peningkatan jumlah desa mandiri di Jawa Timur yang kini menjadi tertinggi di Indonesia," tandasnya.
Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak secara resmi dilantik Presiden Prabowo sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2025-2030 di Halaman Istana Kepresidenan. Keduanya berkomitmen menyinergikan Nawa Bhakti Satya dengan Asta Cita pemerintahan Prabowo.
Usai pelantikan Khofifah menyampaikan harapan agar bisa menjalankan tugas bersama Wagub Emil secara amanah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur.Terkait anggaran, Gubernur Khofifah memastikan bahwa efisiensi yang dilakukan oleh Pemprov Jatim tidak mengurangi sektor layanan publik maupun penyaluran bantuan sosial (Bansos).
"Kedua sektor ini tidak boleh terpengaruh dan terdampak efisiensi," tegasnya.










