gerbang baru nusantara

Reses di Surabaya, Cahyo Harjo Disambati Nasib Difabel hingga Pelayanan Kesehatan

Warga Sukomanunggal mengeluhkan sulitnya mencari lapangan pekerjaan. Meski di wilayah tersebut banyak industri namun belum berdampak signifikan bagi warga sekitar.

Zaki Zubaidi
Senin, 24 Februari 2025
Bagikan img img img img
Anggota Komisi E DPRD Jatim Cahyo Harjo Prakoso

Warga Sukomanunggal mengeluhkan sulitnya mencari lapangan pekerjaan. Meski di wilayah tersebut banyak industri namun belum berdampak signifikan bagi warga sekitar.

"Tadi ada beberapa aspirasi saat reses di Sukomanunggal. Pertama terkait lapangan pekerjaan, masalah disabiltas dan juga infrastruktur," kata anggota Komisi E DPRD Jatim Cahyo Harjo Prakoso, Senin (24/2/2025).

"Tadi juga disampaikan warga di sini banyak lulusan SMA dan sarjana S1 yang belum bekerja," lanjut politisi Partai Gerindra ini. 

Ia pun berjanji akan menindaklanjuti keluhan tersebut dengan mencari solusi yang tepat. Tidak hanya membuka lapangan pekerjaan, tapi juga membukan peluang kepada generasi muda untuk berwirausaha.

"Ini akan kita diskusikan dengan dinas terkait untuk memberi pelatihan generasi muda agar bisa menjadi pengusaha," tegas Cahyo.

Permasalahan kedua yang dikeluhkan, kata Cahyo, adalah terkait pelatihan dan pendampingan untik para penyandang disabilitas. Baik terkait pendidikannya ataupun kualitas kehidupannya, baik itu kesehatan maupun pekerjaan.

"Ada juga keluhan terkait infrastruktur. Tadi disampaikan masih banjir, juga jalan protokol yang masih kurang baik," kata dia.

Untuk urusan infrastruktur, Cahyo mengaku akan menyampaikannya dengan komisi terkait yang membidangi hal tersebut. Selain itu, juga akan disampaikan kepada pemerintah kota serta pemerintah provinsi.

"Kebetulan juga ada DPRD Kota Surabaya yang kita ajak dalam reses. Sebab ada yang kewenangan provinsi, ada juga yang jadi kewenangan kota.

"Kita cari solusi jalan tengah sebab bagaimana keselamatan masyarakat harus kita jaga bersama," ujar Cahyo.

Sedangkan saat reses di wilayah lain, Cahyo mengaku juga disambati tentang pelayanan BPJS Kesehatan.

"Warga mengeluhkan pembatasan masa inap pasien BPJS juga pelayanan kesehatan yang dirasa kurang prima," ungkap dia.

Kata Cahyo, memang masih butuh penyempurnaan pelayanan BPJS Kesehatan. Termasuk tentang penyakit-penyakit yang dicover serta layanan ainnya.

"Ini akan kita sampaikan kepada pihak BPJS regional Jawa Timur," pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu