gerbang baru nusantara

Gelar Reses di Bojonegoro, Anggota DPRD Jatim Freddy Poernomo Bahas Pemerintahan-Infrastruktur hingga PMK

Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Golkar Dapil Bojonegoro-Tuban, Freddy Poernomo, menggelar kegiatan "Penyerapan Aspirasi Masyarakat Reses I Tahun 2025" di Universitas Terbuka (UT) Bojonegoro, Selasa (25/2/2025). Dalam reses yang digelar di enam titik tersebut, berbagai permasalahan masyarakat mulai dari pemerintahan, pendidikan, hingga pertanian menjadi topik utama pembahasan.

Wanto
Selasa, 25 Februari 2025
Bagikan img img img img
Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Golkar Dapil Bojonegoro-Tuban, Freddy Poernomo

Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Golkar Dapil Bojonegoro-Tuban, Freddy Poernomo, menggelar kegiatan "Penyerapan Aspirasi Masyarakat Reses I Tahun 2025" di Universitas Terbuka (UT) Bojonegoro, Selasa (25/2/2025). Dalam reses yang digelar di enam titik tersebut, berbagai permasalahan masyarakat mulai dari pemerintahan, pendidikan, hingga pertanian menjadi topik utama pembahasan.  

"Reses kali ini kami lakukan di enam lokasi, mulai dari Kecamatan Dander, Desa Swaloh Kecamatan Balen, Desa Kemiri Malo, Desa Sobontoro Kecamatan Balen, Desa Tanjung Kecamatan Tambakrejo, hingga yang terakhir di Universitas Terbuka (UT) Bojonegoro," ujar Freddy kepada awak media usai kegiatan reses di UT.

Freddy mengungkapkan bahwa agenda reses bukan sekadar mendengar aspirasi, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dengan masyarakat serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forpimka).

Karenanya, ia menyebutkan jika kegiatan reses ini juga dihadiri Danramil, Kapolsek, Camat, serta sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro.

"Kami sangat mengapresiasi dinamika dalam dialog yang berlangsung terbuka. Banyak masukan yang kami terima terkait berbagai persoalan, mulai dari infrastruktur hingga pendidikan," tambahnya.  

Dalam diskusi, Freddy mengungkap jika warga menyampaikan sejumlah aspirasi terkait pembangunan infrastruktur, termasuk jalan dan jembatan di perbatasan daerah. Ia menegaskan bahwa peran serta Pemprov Jatim dalam pembangunan sudah cukup baik, meski masih ada tantangan yang harus dihadapi.  

"Contohnya pembangunan jembatan dan infrastruktur lintas batas, itu merupakan bagian dari kontribusi pemerintah provinsi. Meski ada kekurangan, tentu proses pembangunan ini harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran di setiap tingkatan pemerintahan," jelasnya.  

Ia juga menekankan bahwa permasalahan dalam berbagai aspek pemerintahan tidak akan pernah benar-benar selesai, tetapi harus terus dikawal agar mendapatkan solusi yang berkelanjutan. 

"Walaupun di sisi lain masih ada kekurangan, itu kan proses dan juga harus melihat kemampuan dari  anggaran kita yang ada pada masing-masing tingkatan," ucapnya.

Selain infrastruktur, permasalahan di sektor pertanian dan peternakan juga menjadi sorotan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih menjadi ancaman bagi peternak di Bojonegoro.  

Menanggapi hal ini, Freddy mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Jawa Timur untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.  

"Berdasarkan laporan yang kami terima, ada beberapa faktor penyebab PMK, di antaranya kondisi iklim dan lingkungan. Salah satu yang perlu diperbaiki adalah lokasi kandang ternak agar tidak terlalu dekat dengan pemukiman," paparnya.  

Ia juga menekankan pentingnya upaya pencegahan dibandingkan pengobatan. Menurutnya, kesehatan ternak sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan tingkat stres hewan.  

"Jika ternak dalam kondisi stres, mereka lebih rentan terkena penyakit. Oleh karena itu, perawatan yang baik dan inovasi dalam sistem peternakan sangat diperlukan," imbuhnya.  

Sebagai wakil rakyat, Freddy menegaskan komitmennya untuk terus mendengarkan dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat, khususnya di wilayah Bojonegoro dan Tuban.

"Intinya kami tidak tinggal diam. Setiap aspirasi yang kami terima akan langsung kami jawab. Jika tidak memungkinkan, kami sampaikan kepada pihak yang berkompeten sehingga permasalahan yang dihadapi masyarakat dapat segera dicarikan solusi terbaik," tutupnya.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu