gerbang baru nusantara

Komisi E DPRD Jatim Imbau Sekolah Tunda Kegiatan Study Tour ke Wisata Pantai dan Pegunungan karena Cuaca Ekstrem

Surabaya – Mengingat kondisi cuaca yang masih ekstrem, Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur mengimbau pihak sekolah untuk menunda kegiatan study tour atau kegiatan luar ruangan yang mengarah ke destinasi wisata pantai dan pegunungan. Imbauan ini disampaikan oleh Anggota Komisi E DPRD Jatim, dr. Benjamin Kristianto, MARS, pada Rabu (6/2/2025), mengingat adanya potensi gelombang tinggi, angin kencang, serta ancaman tanah longsor akibat hujan berintensitas tinggi yang masih melanda sejumlah daerah.

Rahmat Hidayat
Kamis, 06 Februari 2025
Bagikan img img img img
Anggota Komisi E DPRD Jatim, dr. Benjamin Kristianto, MARS

Surabaya – Mengingat kondisi cuaca yang masih ekstrem, Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur mengimbau pihak sekolah untuk menunda kegiatan study tour atau kegiatan luar ruangan yang mengarah ke destinasi wisata pantai dan pegunungan. Imbauan ini disampaikan oleh Anggota Komisi E DPRD Jatim, dr. Benjamin Kristianto, MARS, pada Rabu (6/2/2025), mengingat adanya potensi gelombang tinggi, angin kencang, serta ancaman tanah longsor akibat hujan berintensitas tinggi yang masih melanda sejumlah daerah.

"Seiring dengan kondisi cuaca yang tidak menentu dan berisiko, kami meminta sekolah untuk menunda kegiatan study tour ke pantai dan pegunungan. Keamanan dan keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan yang melibatkan anak-anak," ungkap dr. Benjamin, yang juga merupakan anggota dari Fraksi Partai Gerindra.

Politikus senior ini menekankan bahwa tujuan dari kegiatan study tour adalah untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan dan edukatif bagi siswa, bukan malah menempatkan mereka dalam situasi yang membahayakan. Oleh karena itu, dr. Benjamin menyarankan agar sekolah mencari alternatif destinasi wisata yang lebih aman namun tetap memberikan nilai pembelajaran, seperti mengunjungi cagar budaya atau tempat wisata yang berbasis pendidikan dan budaya lokal.

"Sekolah bisa mengalihkan kegiatan rekreasi ke destinasi yang lebih aman dan mendidik. Tempat seperti cagar budaya atau situs sejarah lokal bisa menjadi pilihan yang menarik dan tentunya lebih aman," tambah dr. Benjamin.

Komisi E DPRD Jatim, sebagai lembaga yang membidangi bidang pendidikan, menegaskan bahwa keselamatan siswa harus menjadi perhatian utama dalam setiap keputusan yang diambil oleh sekolah. Oleh karena itu, kegiatan study tour ke destinasi wisata yang berpotensi berbahaya sebaiknya ditunda sementara hingga kondisi cuaca kembali membaik.

Imbauan ini juga terinspirasi oleh insiden tragis yang terjadi di Pantai Drini, Yogyakarta, beberapa waktu lalu, di mana 13 siswa SMPN 7 Mojokerto terseret ombak saat sedang melakukan study tour, yang menyebabkan beberapa di antaranya kehilangan nyawa. Kejadian tersebut menjadi sebuah peringatan penting bagi seluruh pihak agar tidak terulang di masa depan.

"Mempertimbangkan kondisi cuaca yang masih belum stabil, kami berharap seluruh pihak lebih bijak dalam memilih lokasi rekreasi untuk siswa. Keselamatan mereka adalah yang paling utama," tutup dr. Benjamin.
 

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu