gerbang baru nusantara

Komisi D DPRD Jatim Lakukan Sidak ke Stasiun Pasar Turi Antisipasi Puncak Mudik Lebaran 2025

Surabaya – Komisi D DPRD Jawa Timur yang membidangi sektor pembangunan dan perhubungan, melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke Stasiun Pasar Turi Surabaya pada Senin, 24 Maret 2025. Sidak ini dipimpin oleh anggota Komisi D, Harisandi Savari dan Nurul Huda, untuk memastikan kesiapan fasilitas dan kelancaran layanan menjelang puncak arus mudik Lebaran.

Rahmat Hidayat
Senin, 24 Maret 2025
Bagikan img img img img
Anggota Komisi D, Harisandi Savari dan Nurul Huda

Surabaya – Komisi D DPRD Jawa Timur yang membidangi sektor pembangunan dan perhubungan, melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke Stasiun Pasar Turi Surabaya pada Senin, 24 Maret 2025. Sidak ini dipimpin oleh anggota Komisi D, Harisandi Savari dan Nurul Huda, untuk memastikan kesiapan fasilitas dan kelancaran layanan menjelang puncak arus mudik Lebaran.

"Kami melakukan sidak untuk memastikan persiapan di Stasiun Pasar Turi dalam menghadapi potensi lonjakan penumpang. Kami ingin memastikan tidak ada masalah terkait fasilitas yang ada," ungkap Harisandi, politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Selama kunjungan, anggota DPRD Jatim ini berkoordinasi dengan petugas stasiun dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk memantau kesiapan yang telah dilakukan. Meski suasana di stasiun relatif sepi, Harisandi menjelaskan bahwa puncak mudik diperkirakan akan terjadi pada 27-28 Maret 2025, sementara arus balik diprediksi mulai pada 6 April 2025.

"Persiapan untuk menghadapi puncak mudik sudah berjalan dengan baik. Dishub juga telah menyiapkan solusi untuk potensi kemacetan yang mungkin terjadi di sekitar stasiun," tambahnya.

Harisandi juga memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah antisipasi yang telah diambil, termasuk kesiapan sistem keamanan di stasiun. "Stasiun sudah menyiapkan prosedur pengecekan wajah untuk mencegah ancaman keamanan, serta posko medis yang siap memberikan bantuan kepada penumpang," ujarnya.

Kepala Stasiun Surabaya Pasar Turi, Deddy Triono, mengonfirmasi bahwa meskipun puncak mudik belum tiba, jumlah penumpang sudah mulai meningkat sejak 21 Maret 2025. "Sekarang jumlah penumpang berkisar antara 7.000 hingga 9.000 orang per hari, yang masih dalam batas kewajaran. Untuk mengantisipasi lonjakan, kami telah menambah jumlah kereta, dengan total 17 kereta per hari, terdiri dari 14 kereta reguler dan 3 kereta tambahan," jelas Deddy.

Komisi D DPRD Jatim optimis, dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik antar pihak terkait, gelaran mudik Lebaran 2025 dapat berjalan dengan lancar, aman, dan tertib.
 

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu