gerbang baru nusantara

Tindakan Preventive Action Sadarkan Masyarakat akan Pentingnya Hidup Sehat

Politisi Partai Demokrat DPRD Provinsi Jatim, dr Agung Mulyono mengatakan bahwa sikap pemerintah yang memberikan layanan pemeriksaan gratis adalah sangat bagus.Pihaknya sangat mendukung iktikat baik tersebut karena memberikan manfaat yang besar bagi Masyarakat.

Norah Hasanah
Sabtu, 19 April 2025
Bagikan img img img img
Politisi Partai Demokrat DPRD Provinsi Jatim, dr Agung Mulyono

Politisi Partai Demokrat DPRD Provinsi Jatim, dr Agung Mulyono mengatakan bahwa sikap pemerintah yang memberikan layanan pemeriksaan gratis adalah sangat bagus.Pihaknya sangat mendukung iktikat baik tersebut karena memberikan manfaat yang besar bagi Masyarakat.

“Ya, prinsip itu bagus Diharapkan masyarakat melakukan preventive action. Sadar sehat, dijamin gratis di puskesmas  begitu.” ujar pria yang juga menjabat ketua fraksi Demokrat DPRD Provinsi Jatim ini.

Pihaknya juga menambahkan persoalan bagaimana layanan gratis ini bisa diakses masyarakat dengan mudah maka perlu program edukasi,dan perlu sosialisasi.

“Nah, pentingnya bagaimana program yang bagus ini nyampe ke masyarakat dan dimanfaatkan sehingga goal-nya adalah preparatif dan tercapai. Jadi orang itu ke dokter nggak nunggu sakit. Yang betul itu adalah mereka malah sudah punya penyakit, lalu kontrol teratur, contoh hipertensi, nggak nunggu sakit. Dia harus cek tensi dua minggu sekali. Diabet, dia harus cek gula darah dua minggu sekali atau sebulan sekali. Karena apa? Sudah kena penyakit. ” jelas pria yang sudah menduduk periode ketiga masa jabatannya di DPRD Provinsi Jatim.

Namun pihaknya tetap mengingatkan bahwa sebaliknya orang-orang yang belum pernah kena penyakit tetap melakukan preparatif action, paling tidak ke dokter, ketemu dokter tiga bulan sekali. Dan mereka konsultasi, termasuk melakukan check-up.

” Jadi gratis itu biar mendorong masyarakat tidak lagi takut ke pusat pelayanan kesehatan, nanti dicampur gratis. Selama ini kan kebanyakan mereka takut atau enggan untuk datang secara langsung. “kata wakil rakyat yang berangkat dari Dapil Jatim 3 meliputi, Situbondo, Bondowoso dan Banyuwnangi ini.
Lalu apa langkah antisipasi atau langkah-langkah jemput bola yang bisa dilakukan.

“Jadi menurut saya ini harus ditangkap oleh Kepala Pukesmas atau Kepala Dinas, mendorong jajarannya faskes primer, Pukesmas fokus promotif preventif. Sudah saatnya ini Jadi tidak banyak kuratif Jadi tidak Klinik swasta banyak kuratifnya,‘ tambahnya.

Ada undang-undang redistribusi, itu saatnya sekarang. Jadi pokok jangan kemudian kebanyakan kapitasi, over kapitasi, banyak layani, sehingga aspek pro-private tidak bisa jalan dengan optimal. Justru ini kesempatan. dikasih PR, dikasih tugas, Puskesmas masih target. Sekian persen populasinya harus melakukan check-up itu yang gratis.Jadi cek kesehatannya harus memanfaatkan klinik swasta juga .

Ini  Puskesmas, yang gratis Puskesmas Jujur yang kuratifnya sebagian kasihkan ke klinik swasta. Seperti dengan SDM ini, tenaga medis ini kan selama ini terkenal dengan masih kurang. Itu kan juga memicu untuk tidak bisa realisasi maksimal.

Menurut politisi Demokrat ini untuk mengatasi problem kurangnya tenaga medis  khususnya di rumah sakit - rumah sakit bisa disiasati dengan ” Ya pinter-pinternya kepala dinas berkreasi di situ, sekarang tiap tahun lulusan banyak ribuan orang ya, gunakan dengan baik itu maksudnya bisa. Ya, pinter-pinternya. Tapi yang paling penting adalah memang masing-masing punya tupoksi, punya goal yang jelas. Contohnya sekarang check up gratis itu, itu tangkap dengan bagus.” ujarnya.
” Apa itu sehat? Apa itu mencegah? Jadi, memang mudah dicatat, tapi susah jalankan. Kalau tanpa sosialisasi, tanpa sedikit katakanlah pemaksaan untuk segera bergerak, tidak akan jalan, hanya sekedar slogan saja, sekedar wacana saja, itu perlu eksekusi, sosialisasi sehingga sampai eksekusi” pungkasnya. 
 

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu