Ketua Komisi C Minta Direktur dan Komisaris BUMD Sampaikan Bisnis Plan
Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur menilai keberadaan puluhan perusahaan milik Pemprov Jawa Timur dan bernaung di BUMD tidak banyak memberikan kontirbusi defiden ataupun pendapatan asli daerah (PAD) maksimal bagi Pemprov Jawa Timur. Hanya beberapa BUMD yang dinilai bisa memberikan keuntungan. Padahal PAD tersebut dibutuhkan Pemprov Jatim untuk kepentingan program kesejahteraan rakyat.
Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur menilai keberadaan puluhan perusahaan milik Pemprov Jawa Timur dan bernaung di BUMD tidak banyak memberikan kontirbusi defiden ataupun pendapatan asli daerah (PAD) maksimal bagi Pemprov Jawa Timur. Hanya beberapa BUMD yang dinilai bisa memberikan keuntungan. Padahal PAD tersebut dibutuhkan Pemprov Jatim untuk kepentingan program kesejahteraan rakyat.
Adam Rusydi ketua Komisi C DPRD Jawa Timur mendesak, seluruh direktur maupun komisaris yang ikut seleksi bisa menyerahkan bisnis plan ke pada komisi yang membidangi keuangan. DPRD Jawa Timur menganggap penting, karena kepentingan BUMD adalah mendapatkan keuntungan. Sehingga defiden atau keuntungan tersebut, bisa didorong untuk tambahan PAD. “Kami berhadap siapa saja yang duduk di BUMD harus mampu mendorong keuntungan untuk rakyat Jatim. Karena itu, Komisi C juga berharap untuk bisa dilibatkan mengawal proses rekruitmen calon direksi ataupun calon komissari BUMD milik Pemprov Jatim,” tandas Adam yang juga politisi Partai Golkar.
Sikap keras ini, disampaikan Adam karena dari puluhan perusahaan plat merah milik Pemprov Jawa Timur, tidak semua memberikan keuntungan maksimal. Bahkan ada diantara perusahaan yang ada jatuh bangun, karena tidak memiliki bisnis plan yang tepat sesuai visi dan misi perusahaan plat merah dibangun. “Ada yang aset dan modalnya sangat miris. Komisi C hadir untuk ikut terlibat mendorong agar BUMD yang ada bisa lebih maksimal memberikan keuntungan untuk PAD Jawa Timur,” tandas dia.
Dirinya menilai, jika fit and proper tes yang dilakukan oleh pemerintah provinsi tidak maksimal. Maka bisa sia-sia hasil jajaran direksi maupun direktur yang lolos seleksi. “Kondisi itu harus diperbaiki dan evaluasi. Karena target PAD adalah amanah mereka yang duduk di BUMD. Sehingga calon komisaris maupun calon direksi harus terecord dalam penggelolaan perusahaan. “Ini penting, agar target memimpin sebuah BUMD bisa menghasilkan target sesuai visi dan missi BUMD dibangun Pemprov Jatim,” tutup Adam.
Pemprov Jatim menggelar seleksi untuk komisaris PT Panca Wira Usaha Jatim, direktur PT Jatim Grha Utama, komisaris PT Air Bersih Jatim, dan calon direktur PT Bank Perkreditan Rakyat Jawa Timur. Seleksi direksi dan komisaris Bank Jatim juga mulai siap dilakukan.










