gerbang baru nusantara

Anggota Komisi E Puguh Desak Percepat Penyelesaian Dugaan Kasus Pelecehan Seksual di Malang

Lambatnya penanganan kasus dugaan pelecehan seksual oleh seorang dokter di Malang mendapat sorotan dari DPRD Jawa Timur. Mengingat kasus tersebut belum ada penyelesaian hingga tertangkap pelakunya, jika dibandingkan kasus serupa di Bandung dan Garut

Adi Suprayitno
Senin, 05 Mei 2025
Bagikan img img img img
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas

Lambatnya penanganan kasus dugaan pelecehan seksual oleh seorang dokter di Malang mendapat sorotan dari DPRD Jawa Timur. Mengingat kasus tersebut belum ada penyelesaian hingga tertangkap pelakunya, jika dibandingkan kasus serupa di Bandung dan Garut

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas mendesak agar kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan seorang dokter di Malang segera dituntaskan, sehingga memberi efek jerah kepada pelakunya. Mengingat kasus pelecehan seksual oleh oknum dokter di Malang itu terjadi pada tahun 2022, dan kembali mencuat setelah korban memublikasikan pengalamannya melalui media sosial.

“Pelecehan seksual oleh dokter di Malang memang kasus lama, tahun 2022, jadi sudah tiga tahun yang lalu. Awalnya muncul karena korban memberanikan diri bersuara di media sosial setelah melihat kasus di RSHS Bandung dan Garut,” ujar Puguh, Senin 5 Mei 2025.

Puguh mendesak agar polisi segera periksa mantan dokter di Rumah Sakit Persada, Malang. Jika tidak, kepercayaan masyarakat terhadap tenaga medis bisa berkurang hanya karena segelintir pelaku kejahatan seksual

Puguh meminta agar menghormati proses hukum yang berjalan dan meminta semua pihak untuk terus mengawal jalannya penyelidikan.

“Kita berharap pihak kepolisian terus menindaklanjuti peristiwa ini. Ini merupakan hal penting yang harus kita kawal. Masyarakat berharap kasus ini ditangani serius dan hasilnya bisa dilihat secara nyata,” paparnya.

Dorongan kuat agar penegakan hukum dalam kasus ini dilakukan secara menyeluruh. Penyelesaian tuntas diperlukan agar menjadi efek jera bagi oknum tenaga kesehatan yang menyalahgunakan profesinya.

“Saya mendorong supaya kasus ini benar-benar tuntas. Kita menghargai proses hukum, tapi harus ada keputusan yang tegas. Kejadian ini membawa dampak negatif bagi dunia kesehatan,” katanya.

Ia mengingatkan, membangun kembali kepercayaan publik terhadap tenaga kesehatan akan menjadi tantangan berat jika kasus seperti ini tidak ditangani dengan serius.

“Ini tanggung jawab bersama. Dunia kesehatan harus bersih dari perilaku menyimpang agar masyarakat bisa kembali percaya,” pungkasnya

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu