Pengangguran Intelektual di Jawa Timur Meningkat
Anggota komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas mengaku prihatin dengan dunia tenaga kerja di Jawa Timur. Pasalnya berdasarkan data BPS terbaru, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk lulusan D1, D3 hingga S1 ada peningkatan
Anggota komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas mengaku prihatin dengan dunia tenaga kerja di Jawa Timur. Pasalnya berdasarkan data BPS terbaru, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk lulusan D1, D3 hingga S1 ada peningkatan
"Ini sangat ironis sekali dimana Jawa Timur banyak kota yang memiliki kampus ternama di sejumlah daerah. Mulai PTN hingga PTS namun ujung-ujungnya ada peningkatan jumlah pengangguran bagi lulusan S1. Bahkan lulusan D4 hingga S3 juga menunjukkan angka peningkatan untuk pengangguran,"tutur politisi PKS ini, Kamis (8/5/2025).
Pria asal Malang ini menuturkan peningkatan kalangan intelektual yang menganggur tersebut bisa dikata ada dua kemungkinan diantaranya pemerintah gagal membuka lapangan pekerjaan bagi kalangan intelektual.
"Yang kedua kalangan intelektual ini gagal savething yang mampu membuka lapangan pekerjaan. Hal ini harus menjadi perhatian semuanya agar masalah tersebut teratasi,"tuturnya.
Dinas Tenaga Kerja Jawa Timur, lanjut Puguh, harusnya punya dasbord untuk kalangan industri yang benar-benar membutuhkan tenaga kerja untuk kalangan intelektual,"kata dia. Peningkatan pengangguran dari kalangan intelektual tersebut, lanjutnya sangat disayangkan mengingat harusnya mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai pendidikan yang dimiliki.
Sementara itu,Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur Sigit Priyanto mengaku sudah melakukan terobosan untuk membantu pengangguran dari kalangan sarjana. "Kami sering buka jobfair atau sejenisnya secara massal dengan melibatkan perusahaan-perusahaan yang ada di Jawa Timur,"kata dia.
Tak hanya itu, lanjut Sigit, pihaknya juga memberangkatkan sarjana potensial untuk bekerja di luar negeri." Lihat kemampuannya dan kami fasilitasi untuk diberangkatkan di luar negeri,"tandasnya.
Berdasarkan data BPS(Badan Pusat Statistik) Jawa Timur TPT menurut jenjang pendidikan tertinggi yang ditamatkan, persentase TPT bagi lulusan perguruan tinggi justru meningkat.TPT lulusan D1 hingga D3 di Jatim pada Februari 2025 mencapai 5,41 persen.
Persentase tersebut naik 2,32 persen poin dibandingkan TPT lulusan D1 hingga D3 pada Februari 2024 yang sebesar 3,09 persen. TPT lulusan D1 hingga D3 di Jatim pada Februari 2025 bahkan masih lebih tinggi jika dibandingkan Februari 2023 yang sebesar 4,82 persen.
Kenaikan TPT juga terjadi pada lulusan D4 hingga S3. Artinya, makin banyak sarjana di Jatim yang berstatus sebagai pengangguran. TPT lulusan D4 hingga S3 pada Februari 2025 mencapai 5,60 persen.
Persentase tersebut naik 1,53 persen poin dari TPT lulusan D4 hingga S3 pada Februari 2024 yang sebesar 4,07 persen. TPT lulusan D4 hingga S3 pada Februari 2025 juga lebih tinggi jika dibandingkan Februari 2023 yang sebesar 4,42 persen.










