gerbang baru nusantara

Penguatan Ekonomi Desa Kunci Redam Urbanisasi Pascamudik

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur menyoroti fenomena urbanisasi yang terus berulang setiap usai Lebaran. Untuk mengantisipasi lonjakan penduduk ke kota-kota besar, khususnya Surabaya, DPRD Jatim mendorong kepala daerah di seluruh wilayah Jawa Timur agar memprioritaskan pembangunan ekonomi di tingkat desa.

Syaiful Anam
Minggu, 06 April 2025
Bagikan img img img img
Anggota DPRD Provinsi JAwa Timur Fuad Benardi

Surabaya – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur menyoroti fenomena urbanisasi yang terus berulang setiap usai Lebaran. Untuk mengantisipasi lonjakan penduduk ke kota-kota besar, khususnya Surabaya, DPRD Jatim mendorong kepala daerah di seluruh wilayah Jawa Timur agar memprioritaskan pembangunan ekonomi di tingkat desa.

DPRD Jatim menilai, arus urbanisasi yang tidak dibarengi dengan keterampilan memadai dari para pendatang dapat menimbulkan tantangan baru, baik bagi kota tujuan maupun masyarakat yang datang tanpa persiapan.

"Sudah menjadi tradisi usai Lebaran, banyak masyarakat dari desa tergoda untuk mencoba peruntungan di kota besar. Namun, tanpa bekal keterampilan, hal ini justru bisa memperparah angka pengangguran dan menambah beban sosial perkotaan," demikian pernyataan resmi DPRD Jatim melalui salah satu anggotanya dari Dapil Surabaya, Fuad Benardi, Minggu (6/4/2025).

DPRD Jatim menyampaikan bahwa Kota Surabaya sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan memang selalu menarik bagi para pencari kerja. Namun, ketatnya persaingan dan terbatasnya lapangan kerja yang sesuai membuat tidak semua pendatang bisa bertahan.

“Surabaya sangat terbuka, tapi juga menuntut kesiapan. Banyak yang datang penuh harapan, namun kenyataannya sebagian besar tidak mampu bersaing karena minim keterampilan. Ini menjadi perhatian serius kami di DPRD,” lanjutnya.

Melihat kondisi tersebut, DPRD Jatim mengimbau agar kepala daerah memperkuat strategi pembangunan ekonomi berbasis desa. Salah satu upaya yang dianggap penting adalah dengan memperluas akses pelatihan vokasi dan mendorong program pemberdayaan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

"Kalau desa-desa bisa mandiri secara ekonomi, masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke kota hanya untuk mencari pekerjaan. Pemerataan pembangunan adalah kunci," tegas DPRD Jatim.

Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya, tercatat peningkatan penduduk sebanyak 21.423 jiwa pada triwulan pertama tahun 2024. Total penduduk Surabaya pun mencapai 3.009.286 jiwa hingga pertengahan Maret 2024. Kecamatan Kenjeran dan Tambaksari menjadi wilayah dengan peningkatan penduduk pindah masuk paling signifikan.

DPRD Jatim menegaskan bahwa lonjakan ini harus dijadikan alarm bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi strategi pembangunan dan pemerataan ekonomi, agar tidak terjadi ketimpangan antara kota dan desa yang semakin melebar.

 

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu