Komisi E DPRD Jatim Apresiasi Perbaikan Sistem SPMB
Komisi E DPRD Jatim mengapresiasi sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini yang dinilai jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno seusai mengundang Dinas Pendidikan Jatim.
Komisi E DPRD Jatim mengapresiasi sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini yang dinilai jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno seusai mengundang Dinas Pendidikan Jatim.
Menurut Untari, perubahan paling signifikan terlihat dari skema zonasi yang kini hanya mengambil porsi 30 persen. "Kalau dulu zonasi itu terlalu dominan, sekarang lebih longgar karena zonasi tinggal 30 persen dan mengutamakan domisili. Ini jauh lebih baik," ujarnya, Rabu (4/6/2025).
Ia juga menilai sistem baru ini memberikan ruang lebih besar bagi siswa berprestasi dan mereka yang berasal dari berbagai latar belakang. “Mulai sekarang ada jalur inklusif dan eksklusif, termasuk untuk ketua OSIS dan hafiz Al-Qur’an. Ini bentuk apresiasi terhadap mereka yang telah bekerja keras,” katanya.
Selain jalur zonasi, kini tersedia jalur prestasi, mutasi, dan afirmasi. Setiap jalur diklaim memberikan peluang yang lebih adil dan merata bagi siswa SMA dan SMK di seluruh Jawa Timur.
“Rayonisasi juga sekarang berbasis kelurahan. Jadi tidak ada lagi siswa yang rumahnya dekat sekolah tapi tidak diterima karena sistem zonasi yang dulu terlalu kaku,” katanya menambahkan.
Untari menyebut bahwa perbaikan sistem ini sudah berjalan selama dua tahun terakhir dan terus menunjukkan progres positif. Ia berharap kebijakan ini terus dipertahankan dan dievaluasi secara berkala.
“SPMB ini memperbaiki sistem yang sebelumnya bermasalah. Ini patut kita apresiasi sebagai langkah maju dunia pendidikan Jawa Timur,” ujar Sri Untari.










