gerbang baru nusantara

Cahyo Harjo Prakoso Apresiasi Komitmen Pemprov Jatim Beri Keadilan Pendidikan

Anggota DPRD Provinsi Jatim Cahyo Harjo Prakoso sangat mengapresiasi teknologi Artificial Inteligence (AI) Senopati untuk membantu Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 bagi siswa yang hendak melanjutkan ke jenjang SMA sederajat.

Yuli Iksanti
Sabtu, 07 Juni 2025
Bagikan img img img img
Anggota DPRD Provinsi Jatim Cahyo Harjo Prakoso

Anggota DPRD Provinsi Jatim Cahyo Harjo Prakoso sangat mengapresiasi teknologi Artificial Inteligence (AI) Senopati untuk membantu Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 bagi siswa yang hendak melanjutkan ke jenjang SMA sederajat.

Cahyo berpendapat, AI Senopati untuk SPMB ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Jatim untuk memberikan keadilan dan pemerataan pendidikan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Termasuk juga memberikan kemudahan akses informasi kepada generasi muda yang ingin masuk sekolah,” ujarnya

Komisi E DPRD provinsi Jatim terus memberikan masukan ke Pemprov Jawa Timur untuk diteruskan ke Dinas Pendidikan untuk menyempurnakan kualitas pendidikan, kurikulum hingga proses SPMB 2025 yang sekarang memakai sistem rayonisasi agar berjalan dengan baik.

“Karena ini program pemerintah pusat, bagaimana hal-hal yang kurang di skema penerimaan murid pada periode lalu, hari ini disempurnakan dengan rayonisasi,” terangnya.

Kuota jalur afirmasi dan prestasi di SPMB 2025 menurut politisi dari partai Gerindra tersebut juga mengalami peningkatan. Ini membuktikan pemerintah pusat memberikan perluasan akses pendidikan ke masyarakat yang ekonominya belum cukup baik.

“Ini akan kami kawal, akan kami pantau agar kebermanfaatannya bisa betul-betul maksimal,” tegasnya.

Peran swasta yang cukup penting untuk menyerap siswa baru juga menjadi sorotan DPRD provinsi Jatim, sehingga Cahyo pun turut mengapreasi Pemprov Jatim memberikan 66 ribu beasiswa bagi siswa baru yang hendak mendaftar di sekolah swasta.

“Kalau nggak ada swasta anak-anak kita mau sekolah di mana?” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala UPT Teknologi, Informasi dan Komunikasi Dinas Pendidikan Jatim Mustakim mejelaskan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi AI Senopati untuk membantu wali murid mendapatkan segala informasi SPMB 2025, bahkan Dinas Pendidikan Jawa Timur juga menyiapkan 20 nomor aduan untuk menerima laporan dari masyarakat.

“10 nomor yang bisa dihubungi, itu sudah kami share di Instagramnya Dinas Pendidikan maupun di UPT dan sudah kami share secara umum,” ujarnya.

Sedangkan proses ujian untuk SPMB 2025, Dinas Pendidikan Jatim masih menunggu persetujuan Permendikdasmen (Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah), namun untuk saat ini pihaknnya masih menggunakan nilai rapot para siswa.

“Jadi untuk SPMB Jawa Timur masih belum menggunakan ujian, kita masih menggunakan nilai rapot semester 1,2,3,4 dan 5,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu