Dr Benjamin Kristianto MARS Khawatirkan Kebijakan Menkes Berdampak Menimbulkan Angka Kematian yang Tinggi
Kebijakan yang disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin yang mengizinkan dokter umum melakukan operasi Caesar (Seksio Sesaria) dan mengundang berdebatan beragam. POGI (Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia) mengkritisi usulan ini, karena operasi Caesar adalah tindakan bedah yang kompleks dan berisiko, sehingga seharusnya dilakukan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang terlatih.
Kebijakan yang disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin yang mengizinkan dokter umum melakukan operasi Caesar (Seksio Sesaria) dan mengundang berdebatan beragam. POGI (Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia) mengkritisi usulan ini, karena operasi Caesar adalah tindakan bedah yang kompleks dan berisiko, sehingga seharusnya dilakukan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang terlatih.
Menanggapi hal ini, anggota Komisi E DPRD Provinsi Jatim dari fraksi Gerindra Dr Benjamin Kristianto MARS menyayangkan kebijakan Menkes yang sebenarnya di luar kebijakan Presiden Parbowo. Karena menurutnya kebijakan yang sudah berlaku selama ini sudah bagus. Terbukti dengan tingkat penurunan signifikan terkait kasus kematian ibu melahirkan.
"Ikut imunisasi, mengingatkan timbangan, bayi yang kecil kita nasihatin cara perbaiki gizinya, kita kasih pemberian makanan tambahan. Jadi seharusnya yang difokuskan preventif-promotif, bukan yang difokuskan adalah untuk pengobatan-pengobatan. " kata Dr Benjamin Kristianto Mars mengawali pendapatnya terkait panduan hidup sehat bagi anak dan keluarga.
"Apalagi kebijakan Menkes bahwa dokter umum nanti bisa untuk operasi Caesar (Seksio Sesaria) . Kan sangat aneh sekali, bagaimana nasib ibu-ibu kita. Kita hanya mau menurunkan angka kematian ibu dan anak. Kalau seksunya dilakukan oleh dokter umum saja, dan berdampak pada ibunya maupun anaknya, berarti angka kematian akan tinggi." ujar politisi Gerindra ini.
"Jadi kami mohon kepada Pak Menteri Kesehatan, izin Bapak mungkin berkoordinasi dengan tenaga-tenaga ahli yang profesor. Saya dengar juga kemarin ada demo daripada guru besar, profesor dan jajaran dari UI, Nah, maksudnya Bapak sebagai seorang teknokrat membuatkan berlatar belakang medis, coba berkoordinasi lah sama teman-teman medis untuk dalam membuat suatu kebijakan itu yang sudah baik, saya ulangi lagi, kebijakan yang lalu-lalu sudah baik, dimana bisa ngomong baik, karena tadi saya bilang, angka kematian sudah mengalami penurunan yang sangat drastis. Nah, tolong itu dipertahankan, jangan dibuat lebih menjadi masalah. " tegas pemilik klinik Sheila Medika ini.
Pihaknya juga menanyakan alasannya apa , Menteri Kesehatan terkait masalah ini?
" Kami tidak ngerti ya latar belakang apa makanya tadi yang saya sampaikan bahwa sebenarnya kan agak kesehatan kematian itu sudah turun begitu ya sekarang kan kita tinggal mendukung programnya Pak Prabowo beliau itu kan menekankan satu adalah untuk jika gratis untuk memperbaiki stunting beliau juga membuat program MCU untuk mendapatkan kesehatan yang tadi dalam rangka preventive promoting. Menteri Kesehatan ini membaca apa yang menjadi program utama dari Bapak Presiden sehingga beliau memperjemahkan program-program itu menjadi suatu program yang aplikator begitu sedangkan tidak pernah ada instruksi dari Bapak Presiden misalnya dokter umum harus bisa benda operasi seisyar operasi sesar kan enggak ada kebijakan itulah Kenapa membuat kebijakan yang tidak sesuai garis besar daripada arahan Presiden." ulasnya.
" Termasuk yang tadi saya bilang, dibentuk koligium-koligium dan banyak segala macam yang ternyata dari hasil BPK tadi banyak uangnya miliar. Nah, kecuali bikin koligiumnya gratis atau apa, dan tidak urgen, maksudnya pembentukan koligium-koligium itu tidak urgen, apalagi menghabiskan uang negara cukup kelihatan. Nah oleh karena itu fokuslah, fokuslah Kementerian Kesehatan, fokuslah pada program Presiden Itu saja, jangan lari dari realnya." tambahnya.
Kebijakan Presiden yang menyatakan bahwa dokter umum bisa melakukan Caesar memantik reaksi beberapa guru besar dari. dokter-dokter di UI dan sebenarnya bukan kebijakan Presiden, Menteri Kesehatan menyampaikan bahwa dokter umum boleh melakukan, akan diadakan bedah sesar, ada pelatihan khusus. .
" Nah itulah sebabnya yang tadi saya sampaikan, kalau itu dilakukan, sekarang ini yang udah angka kematian ibu dan anak bagus, bisa turun, jangan-jangan nanti kalau dokter umum yang lakukan, apalagi di puskesmas yang tidak ada kamar operasi dan segala macam, dampaknya menimbulkan lagi angka kematian yang tinggi. " ujarnya keberatan.
"Harapan kami jangan lupa Indonesia semakin sehat, Indonesia semakin kuat, dengan bagaimana bentuklah masyarakat Indonesia yang sehat dan program-programnya tetap terfokus, jangan bias." pungkasnya.










