Serap Aspirasi Warga, Wakil Ketua DPRD Jatim Hidayat Dorong Perluasan Rute Trans Jatim Masuk Jombang
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi Gerindra, Hidayat, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar Reses II Tahun 2025 di Dusun Ngaren, Desa Plosogenuk, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang pada Minggu (29/6/2025).
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi Gerindra, Hidayat, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar Reses II Tahun 2025 di Dusun Ngaren, Desa Plosogenuk, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang pada Minggu (29/6/2025).
Dalam kesempatan itu, Hidayat menerima sejumlah masukan terkait pelayanan transportasi Trans Jatim, pengembangan koperasi desa, hingga keluhan fasilitas pendidikan.
Menurut Hidayat, salah satu aspirasi yang mencuat adalah kebutuhan akan akses layanan Trans Jatim yang menjangkau wilayah Kabupaten Jombang. Ia menyebutkan bahwa saat ini layanan Trans Jatim masih terbatas pada koridor Sidoarjo - Mojokerto, Mojokerto - Gresik, dan Mojokerto - Surabaya.
“Tadi ada susulan dari peserta reses terkait dengan Jatim akses soal Trans Jatim yang hari ini masih koridor Sidoarjo - Mojokerto, Mojokerto - Gresik, Mojokerto - Surabaya. Nah, saya kira ke depan sangat strategis bila Trans Jatim ini bisa menjangkau rute masuk Jombang,” kata Hidayat kepada awak media usai kegiatan reses.
Hidayat menilai Jombang memiliki potensi besar, baik dari sisi wisata religi maupun alam, sehingga layak menjadi salah satu rute baru Trans Jatim.
“Karena di Jombang ini banyak destinasi, baik wisata religi maupun wisata alam. Ada makam Gus Dur (Abdurrahman Wahid), yang pengunjungnya sangat luar biasa dari berbagai penjuru Jawa Timur," ungkap anggota DPRD Jatim dari Dapil X ini.
"Ada juga Wonosalam, lokasi wisata yang saya kira punya magnet yang besar karena di sana ada produk susu, kemudian ada durian yang di saat-saat libur panjang banyak diminati oleh orang,” imbuhnya.
Oleh sebabnya, Hidayat menegaskan akan memperjuangkan pembukaan koridor baru Trans Jatim dari Mojokerto menuju Jombang. Ia yakin, kehadiran transportasi tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya sektor wisata.
“Saya optimis ini akan banyak peminat dan akan berdampak ekonomi, terutama kalau bisa menjangkau wisata di Wonosalam. Saya kira gerakan ekonomi di sana akan tumbuh besar,” ujar politisi asal Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Di samping itu, Hidayat menyebutkan bahwa kawasan Wonosalam, Jombang, juga memiliki potensi pendidikan yang membutuhkan dukungan transportasi massal.
“Apalagi juga ke depan di sana ada perguruan tinggi, juga ada Sekolah Rakyat di Wonosalam, sehingga butuh akses, salah satunya harus ada transportasi massal yang bisa dijangkau oleh masyarakat terutama masyarakat kelas menengah ke bawah,” ujarnya.
Terkait sektor pendidikan, Hidayat menyoroti kesenjangan antara sekolah yang dikelola pemerintah provinsi dan kabupaten, khususnya lembaga pendidikan berbasis agama.
“Harus diakui bahwa hari ini kita melihat dengan nyata bahwa sekolah-sekolah yang berbasis agama, MI, MTS, MA dan Pondok Pesantren itu, merasakan kurangnya perhatian pemerintah, terutama soal pendanaan,” ungkapnya.
Ia menyayangkan kondisi fisik beberapa sekolah agama yang memprihatinkan akibat keterbatasan anggaran Kementerian Agama (Kemenag).
“Padahal seperti arahan Pak Presiden, pendidikan ke depan harus bisa menjangkau semua dan dinikmati oleh semua. Apalagi pesantren, pendidikan agama, punya peran yang penting ke depan anak-anak kita menuju Indonesia emas, bagaimana punya landasan pengetahuan dan agama yang kuat,” katanya.
Untuk itu, Hidayat mendorong adanya peningkatan anggaran guna menunjang mutu dan sarana prasarana lembaga pendidikan keagamaan.
“Oleh karena itu, harapan saya harus ada peningkatan anggaran yang lebih untuk kepentingan peningkatan kualitas mutu dan sarana prasarana pendidikan keagamaan,” tuturnya.
Meski telah ada dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Hidayat menilai kontribusinya masih minim dan perlu diperkuat oleh pemerintah pusat.
"Hari ini memang sudah ada perhatian dari Biro Kesra untuk menjangkau sekolah-sekolah keagamaan, tapi jumlahnya sangat kecil dan harus ditopang dan disokong oleh pemerintah pusat agar Kementerian Agama bisa lebih berdaya lagi untuk menguatkan lembaga-lembaga keagamaan di Jawa Timur,” tegasnya.
Dalam reses tersebut, Hidayat juga menanggapi masukan terkait perkembangan koperasi desa. Ia menilai semangat pengembangan koperasi di Jombang cukup tinggi.
“Hari ini sudah diluncurkan koperasi, dan Jombang saya kira sudah luar biasa berkembang. Animonya sangat tinggi, yang terpenting adalah persiapan internal koperasi desa masing-masing,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya penguatan kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM) agar koperasi desa tidak stagnan dan mampu menjadi pusat ekonomi desa.
“Agar ke depan, tidak menjadi koperasi yang berhenti, melayani simpan pinjam, tapi juga koperasi yang punya plan bisnis ke depan yang lebih bagus, yang menjadi pusat ekonomi desa dan itu dibutuhkan SDM yang bagus dan dukungan semua pihak,” jelasnya.
Hidayat berharap koperasi desa di Jatim, terutama di Jombang, tidak mengalami nasib serupa dengan koperasi yang tidak berkembang.
“Jangan sampai koperasi desa akan sama dengan koperasi yang lain yang kondisinya mati segan hidup tak mau. Jadi harus menjadi media penggerak ekonomi desa dan pemerintah saya kira sekarang sudah fokus mendukung sepenuhnya adanya koperasi desa di berbagai tempat di Jawa Timur,” tutupnya.










