Anggota DPRD Jatim Lilik Hendarwati Manfaatkan Momen Reses untuk Menguatkan Ekonomi UMKM
Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKS, Lilik Hendarwati, menekankan pentingnya ketahanan ekonomi keluarga sebagai fondasi utama dalam menghadapi ketidakpastian kondisi ekonomi saat ini.
Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKS, Lilik Hendarwati, menekankan pentingnya ketahanan ekonomi keluarga sebagai fondasi utama dalam menghadapi ketidakpastian kondisi ekonomi saat ini.
Hal tersebut disampaikan Lilik Hendarwati, usai menggelar kegiatan Reses II Tahun 2025 di Jl Karangrejo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya pada Kamis (3/7/2025) malam.
Lilik yang aktif mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), menilai bahwa sektor ini memiliki kekuatan besar dalam menopang ekonomi keluarga.
“Saya juga di Komisi C, dan aktif mendampingi komunitas UMKM. Karena saya melihat bahwa yang sangat prinsip dalam sebuah keluarga adalah ketahanan ekonomi,” ujar Lilik.
Lilik yang juga menjabat Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim ini mengakui, setiap kali turun ke masyarakat, ia selalu memanfaatkan momen tersebut untuk mempromosikan produk UMKM lokal dan mempertemukan para pelaku usaha dengan berbagai lembaga pembiayaan.
“Saya selalu berupaya menghubungkan dan membangun komunitas. Di setiap tempat yang saya kunjungi, yang saya promosikan pasti UMKM. Bagaimana mereka bisa dibantu agar menjadi UMKM yang berhasil,” ungkapnya.
Dalam kesempatan reses kali ini, Lilik turut menghadirkan sejumlah lembaga keuangan seperti Bank Jatim, Bank Jatim Syariah, dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Hal ini dilakukan untuk memberikan edukasi pembiayaan serta akses permodalan yang lebih luas kepada pelaku UMKM.
“Kalau ingin pinjaman yang besar, bisa ke Bank Jatim. Kalau ingin sistem syariah, ada Bank Jatim Syariah. Sedangkan BPR lebih cocok untuk program-program kesejahteraan rakyat (prokesra) dengan pinjaman kecil,” jelasnya.
Lilik juga mengakui bahwa masih banyak pelaku UMKM yang kesulitan mendapatkan akses permodalan, terutama karena proses administrasi yang cukup rumit. Untuk mengatasi hal itu, ia menggalang pendekatan kolektif melalui komunitas.
“Memang agak susah kalau sendiri-sendiri. Tapi kalau dikumpulkan dalam komunitas dan kami dampingi, insyaallah jauh lebih mudah. Karena problem mereka sama, jadi kita bantu secara kolektif,” ucapnya.
Menurutnya, persyaratan pinjaman yang diberlakukan oleh lembaga keuangan perlu lebih disesuaikan dengan karakteristik UMKM. Sebab, pelaku UMKM umumnya hanya membutuhkan modal kecil di bawah Rp10 juta.
“Persyaratan memang perlu dipermudah. Karena rata-rata mereka hanya butuh pinjaman kecil, tidak sampai Rp10 juta,” katanya.
Di momen peringatan Hari Keluarga Nasional, Lilik juga menyampaikan pesan penting terkait perlunya penguatan ekonomi keluarga di tengah kondisi yang belum stabil.
“Sekarang ini banyak PHK, banyak tenaga kerja kesulitan mendapatkan pekerjaan. Maka pemerintah harus hadir sebagai penopang utama bagi keluarga-keluarga ini,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa UMKM memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), kontribusi UMKM dari tahun 2022 hingga 2024 terus meningkat, dari 58 persen hingga 62 persen.
"Artinya mereka (UMKM), itu justru secara ekonomi lebih stabil dibandingkan di perusahaan - perusahaan. Karena mereka juga harus hidup, dengan perjuangan mereka sendiri. Maka pemerintah suportnya itu tadi di dalam permodalan (agar) lebih mudah," jelas dia.
Lilik berharap, upaya memperkuat UMKM akan berdampak langsung pada peningkatan ketahanan ekonomi keluarga, yang pada akhirnya menciptakan keluarga-keluarga Indonesia yang tangguh dan mandiri secara ekonomi.
"Jadi, dalam konteks hari keluarga, (perlu) menguatkan keluarga-keluarga Indonesia dengan ketahanan ekonomi yang semakin membaik," pungkasnya.










