gerbang baru nusantara

Cahyo Harjo Prakoso Lakukan Reses Tahap II Disambati Jalan Rusak dan Minta Dibangunkan SMA/SMKN

Anggota DPRD provinsi Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso, S.H, M.H, menggelar kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat tahap II tahun 2025 di Mulyorejo Utara, Surabaya.

Yuli Iksanti
Senin, 07 Juli 2025
Bagikan img img img img
Anggota DPRD provinsi Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso, S.H, M.H, dalam kegiatan reses

Anggota DPRD provinsi Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso, S.H, M.H, menggelar kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat tahap II tahun 2025 di Mulyorejo Utara, Surabaya.

Dalam sambutannya, Cahyo menyampaikan kinerjanya sebagai anggota Komisi E DPRD provinsi Jatim yang bermitra dengan sejumlah instansi strategis seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, serta RSUD dan BPJS.

Cahyo mengungkapkan rasa terima kasihnya dan memberikan apresiasi kepada masyarakat Mulyorejo Utara yang sudah memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjadi wakil rakyat.

Cahyo juga memberikan kesempatan dan menerima keluhan masyarakat terkait layanan publik. 

“Kalau ada warga yang kesulitan akses layanan, baik di rumah sakit, pendidikan, atau sosial, tolong sampaikan kepada kami. Kami siap memberikan atensi agar ada peningkatan pelayanan,” ungkapnya.

Ia mencontohkan keberhasilannya dalam mengadvokasi layanan BPJS bagi salah satu warga yang membutuhkan pemasangan lima ring jantung. 

“Awalnya BPJS hanya menanggung satu ring, tetapi setelah kami atensikan, semua kebutuhan medis bisa dipenuhi tanpa biaya. Ini bukti bahwa kita bisa memperjuangkan hak masyarakat,” tukasnya.

Cahyo menceritakan bahwa jaring aspirasi masyarakat tersebut memiliki keterbatasan, kegiatan reses hanya berlangsung tiga kali dalam setahun, dengan enam titik setiap masa reses. 

Dengan jumlah kecamatan dan kelurahan di Surabaya yang cukup besar, ia berharap masyarakat memahami bila keterjangkauan reses tidak bisa merata. 

“Karena itu, kami sangat bersyukur kali ini bisa bertemu empat RW sekaligus dalam satu titik. Efeknya sangat efisien dan aspirasi bisa ditampung lebih luas,” jelasnya.

Cahyo menegaskan bahwa kegiatan reses bukanlah kampanye, tetapi murni wadah menyerap aspirasi masyarakat. Ia mengajak warga untuk aktif menyampaikan permasalahan, serta memanfaatkan momen ini untuk menyuarakan kebutuhan riil di lingkungannya.

Cahyo menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto, berkomitmen terhadap efisiensi anggaran dan pelayanan publik yang merupakan angin segar bagi masyarakat.

 “Kebijakan efisiensi ini bukan hanya soal pemangkasan anggaran, tapi juga wujud keberpihakan kepada rakyat, terutama lewat program-program seperti diskon listrik, sekolah rakyat, dan cek kesehatan gratis,” tandasnya.

Dalam kegiatan reses tersebut, warga Kecamatan Mulyorejo utara menyampaikan berbagai keluhan dan aspirasi yang selama ini dirasakan di lingkungan mereka, yakni masalah infrastruktur, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan menjadi perhatian utama masyarakat dalam forum tersebut.

Salah satu warga Helmiyanah mengeluhkan minimnya penerangan jalan umum (PJU) di sekitar Koramil, yang menyebabkan kawasan menjadi rawan dan kerap dijadikan tempat balapan liar. 

"Di situ gelap sekali, sering ada balapan liar. Ini rawan bagi keselamatan warga," ujar warga tersebut.

Keluhan lainnya datang dari wilayah RT 3 RW 1, terkait kondisi jalan yang rusak dan sudah diusulkan dalam Musrenbang, namun hingga kini belum terealisasi. 

Warga berharap percepatan dalam proses penganggaran dan pelaksanaan infrastruktur dasar seperti ini.

Permasalahan pendidikan juga menjadi sorotan utama. Banyak warga Mulyorejo merasa dirugikan akibat sistem zonasi, mengingat di wilayah mereka tidak terdapat SMA maupun SMK negeri. 

Seorang warga menyampaikan keprihatinannya karena anaknya yang berprestasi hingga tingkat nasional tidak diterima melalui jalur prestasi. 

“Kami jauh dari sekolah negeri. Jalur zonasi membuat kami tersingkir, bahkan anak-anak berprestasi pun tidak diterima,” ungkapnya.

Hans Abdullah, salah satu warga menegaskan pentingnya pembangunan sekolah menengah di Mulyorejo. 

“Mulyorejo ini besar, tapi tidak punya SMA atau SMK negeri. Warga kami kalah dalam sistem zonasi. Kami mohon agar pemerintah membangun gedung sekolah negeri di sini,” pintanya.

Ia juga menyampaikan kebutuhan akan mobil sehat, bukan hanya mobil jenazah. 

“Warga kami butuh ambulans untuk keperluan medis. Saat ini hanya ada mobil jenazah. Pernah ada warga sakit yang harus menunggu hingga jam 2 dini hari karena keterbatasan layanan,” jelasnya.

Selain itu, warga lainnya, menyampaikan keluhan terkait minimnya perhatian terhadap perawatan lapangan sepak bola di wilayah tersebut. 

“Kami sudah memiliki legalitas dan SSB, tapi untuk perawatan lapangan kami masih mengalami hambatan. Kami ingin pemuda-pemuda Mulyorejo punya sarana untuk berkembang,” ujarnya.

Menanggapi berbagai keluhan itu, Cahyo Harjo Prakoso menyampaikan apresiasinya atas partisipasi aktif warga dalam menyuarakan aspirasi. Ia berjanji akan membawa semua catatan dan aspirasi tersebut ke dalam rapat kerja Komisi E dan menyampaikannya kepada instansi terkait, termasuk Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pemuda dan Olahraga.

“Kami terbatas dalam kewenangan, tapi kami berkomitmen mengawal semua aspirasi ini agar ditindaklanjuti pemerintah provinsi dan kota,” tegas Cahyo.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu