Komisi D Minta Selidiki Human Error KMP Tunu Pratama Jaya
Tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya pada 2 Juli malam di Selat Bali harus dijadikan pembelajaran agar kedepan tidak terulang lagi.
Tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya pada 2 Juli malam di Selat Bali harus dijadikan pembelajaran agar kedepan tidak terulang lagi. Pemerintah harus melakukan uji kelayakan terhadap transportasi laut khususnya kapal penyeberangan antar pulau yang sering diminati masyarakat.
Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Nurul Huda mengaku prihatin dan menyampaikan belasungkawa terhadap korban insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.
Komisi D mengingatkan Keselamatan penumpang harus diprioritaskan oleh pengelola kapal penyeberangan antar pulau. Insiden tenggelamnya kapal antar pulau yakni KMP Tunu Pratama Jaya menjadi pembelajaran bagi semua.
"Tentunya ini menjadi pembelajaran kita semua bahwa segala sesuatu yang berkaitan transportasi baik darat laut maupun udara yang terpenting adalah keselamatan," ujarnya, Selasa (8/72025).
Komisi D DPRD Jawa Timur meminta Dinas Perhubungan Jatim dan Kementerian perhubungan menganalisa dan evaluasi terhadap kelayakan kapal tersebut. Mengingat sejumlah media menyebut KMP Tunu Pratama Jaya sudah tidak layak sehingga dipaksakan beroperasi.
"Harus dianalisa dulu dan dievaluasi, apakah kapal tersebut layak dipakai atau kelayakan. Karena saya membaca di beberapa media itu kapal sudah tidak layak sehingga dipaksakan," paparnya.
Analisa ini untuk mengetahui pihak yang harus bertanggungjawab atas insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.
"Jika memang ditemukan akibat human error, maka harus pihak siapa yang harus bertanggungjawab," pungkasnya.
Untuk diketahui, KMP Tunu Pratama Jaya bertolak dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, pukul 22.56 WIB, Rabu, 2 Juli 2025. Namun naas dalam tengah pelayaran pukul 00.16 Wita kapal itu tenggelam.
“Kejadian itu pertama kali terpantau pada pukul 23.30 WIB, ketika KMP Tunu Pratama Jaya mengalami gangguan dan menyampaikan permintaan bantuan melalui saluran komunikasi radio,” kata Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin, Kamis 3 Juli 2025.
Kapal tersebut mengangkut 65 penumpang terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru kapal, serta 22 unit kendaraan diantaranya 14 truk. Saat ini posisi kapal sudah terbalik dan hanyut ke arah selatan titik koordinat -08°09.371′, 114°25, 1569.










