gerbang baru nusantara

PDRB Pertanian Jawa Timur Tiap Tahun Turun, Abdullah Abu Bakar: Perlu Inovasi Program Agar Naik

Penurunan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Jawa Timur di sektor pertanian pada tahun 2024 mengalami penurunan.

Try Wahyudi
Jumat, 11 Juli 2025
Bagikan img img img img
anggota komisi C DPRD Jawa Timur Abdulllah Abu Bakar

Penurunan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Jawa Timur di sektor pertanian pada tahun 2024 mengalami penurunan. Meski hanya turun sedikit, namun hal tersebut menjadi perhatian dari kalangan legislatif.

Menurut anggota komisi C DPRD Jawa Timur Abdulllah Abu Bakar, data dari BPS Provinsi Jawa Timur menunjukkan bahwa kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Jawa Timur mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

"Hal ini perlu menjadi perhatian Pemprov agar tidak semakin turun menurun setiap tahunnya," ujar mantan walikota Kediri ini, Jumat (11/7/2025).

Menurut politisi PAN ini mengatakan pihaknya mencatat penurunan kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Jawa Timur dari 11,88% pada tahun 2020 menjadi 10,66% pada tahun 2024.

"Jika hal ini dibiarkan tentunya sangat bahaya sekali dalam mendukung program pemerintah pusat yaitu swasembada pangan," jelasnya.

Oleh sebab itu, kata Abu Bakar, adanya penurunan itu, pihaknya minta Pemprov ada tindakan agar hal ini tak turun terus.

"Dengan adanya data dari BPS tersebut membuka mata agar membuat program lebih bagus. Ada intervensi dari pemerintah agar punya inovasi untuk terus meningkatkan PDRB pertanian. Caranya tentu membuat program yang bisa meningkatkan produk pertanian," jelasnya.

Dinas Pertanian Jawa Timur, kata Abu Bakar, harus punya jurus bagaimana caranya agar ada kenaikan dari PDRB dari sektor pertanian tersebut.

"Ini harus diperhatikan merea dan ini penting sekali," jelasnya.

Ditambahkan olehnya, banyak cara yang harus dilakukan oleh pemprov untuk menaikkan PDRB tersebut diantaranya,dukungan nyata pada sektor pertanian, termasuk pemberdayaan petani, penyediaan alat dan mesin pertanian modern, serta akses pembiayaan dan pasar yang mudah.

"Dan yang lebih penting lagi, saya menekankan bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga kesejahteraan petani sebagai pelaku utama," tutupnya.

Sekedar diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat penurunan kontribusi sektor pertanian dari 11,88% pada tahun 2020 menjadi 10,66% pada tahun 2024. Hal ini menjadi perhatian serius karena dapat mempengaruhi ketahanan pangan. Pada bulan Februari 2025, NTP Jawa Timur tercatat sebesar 110,90 atau turun 2,08 persen, menurut Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur. Pada bulan April 2025, NTP kembali turun menjadi 109,47 atau turun 1,92 persen.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu