DPRD Jatim Dukung Penguatan Mitigasi Bencana di Sekolah
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur (DPRD Jatim) mengapresiasi dan mendukung pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) melalui kegiatan Training of Facilitator (ToF) SPAB 2025, yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur (DPRD Jatim) mengapresiasi dan mendukung pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) melalui kegiatan Training of Facilitator (ToF) SPAB 2025, yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur.
Anggota Komisi E DPRD Jatim, Rasiyo, yang hadir sebagai pemateri, menyampaikan apresiasinya terhadap pelatihan tersebut. Menurutnya, program penguatan kapasitas kebencanaan di sekolah sangat penting dan perlu didorong secara sistematis.
Ia berharap, materi SPAB bisa dimasukkan dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di setiap sekolah. "Penguatan kapasitas kebencanaan bagi guru dan sekolah-sekolah di Jatim ini merupakan program baru yang sangat penting," ujar Rasiyo, Jumat (11/7/2025).
Rasiyo juga menyarankan agar BPBD Jatim secara resmi menyurati Dinas Pendidikan Jatim agar SPAB bisa dijadikan bagian dari kurikulum pengenalan awal siswa. "Teknisnya, mungkin BPBD bisa mengirimkan surat kepada Kepala Dinas Pendidikan Jatim," katanya.
ToF SPAB yang dilaksanakan selama empat hari, 9-12 Juli 2025 ini diikuti guru-guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari KB-TK, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA se-Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pelatihan Training of Trainer (ToT) SPAB yang digelar tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Seknas SPAB, jumlah satuan pendidikan di Jatim saat ini mencapai 68.326 unit, dengan 32.832 di antaranya berada di wilayah rawan bencana sedang hingga tinggi. Hal ini menunjukkan pentingnya upaya sistematis dalam membangun budaya aman bencana di lingkungan sekolah.










