Legislator Puguh Bagikan Tips Sukses Sambut Indonesia Emas 2045
Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) Puguh Wiji Pamungkas membagikan tips sukses dalam menyambut Indonesia Emas 2045.
Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) Puguh Wiji Pamungkas membagikan tips sukses dalam menyambut Indonesia Emas 2045.
Puguh mengajak generasi muda untuk terus mengasah diri dalam rangka menyiapkan diri menjadi iron stock bangsa dengan meningkatkan kapasitas dan kompetensi menjadi hal yang sangat penting.
"Bonus demografi Indonesia memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik, namun juga ada tantangan yang harus dihadapi," katanya.
Politisi asal PKS itu menyebut untuk menuju bonus demografi, perlu sinergi dan kolaborasi lintas sektoral untuk mewujudkan generasi tangguh, SDM berkualitas, agar memiliki daya saing yang luar biasa di masa mendatang.
Pada aspek pendidikan misalnya, pemerintah dengan mandatory spending-nya saat ini masih memberikan porsi pembiayaan yang besar. Alokasi anggaran untuk pendidikan, baik di APBN maupun APBD, dipatok sekurang-kurangnya 20 persen.
"Saya pikir itu adalah wujud dari keberpihakan hadirnya pemerintah untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan Indonesia," papar Puguh.
Puguh menyebut masih ada sejumlah catatan yang masih harus diperhatikan. Puguh menggarisbawahi, penyelenggaraan pendidikan di Indonesia masih tak luput dari beberapa isu penting.
"Misalkan terkait dengan disparitas kualitas pendidikan, kemudian sarana-prasarana, kemudian kualitas guru dan tenaga pendidik, lalu kemampuan fiskal daerah, termasuk juga kemampuan fiskal sekolah di dalam menopang infrastruktur penyelenggaraan pendidikan tersebut," tandasnya.
Puguh menilai, kebijakan pemerintah khususnya di Jatim, dalam mewujudkan pemerataan akses dan kualitas pendidikan sudah cukup progresif.
"Pemprov melalui berbagai macam inovasi dan inisiasi yang dilakukan oleh DPRD Jatim, saya pikir sudah banyak hal yang mulai dilakukan," paparnya.
Puguh mengapresiasi program Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) yang diberlakukan baik untuk sekolah negeri maupun swasta di Jatim. Anggaran BPOPP tersebut lebih dari Rp 1 triliun per tahun.
"Ini sebagai penguat dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang diberikan oleh pemerintah pusat. Saya pikir ini juga salah satu wujud keberpihakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jawa Timur," pungkasnya.










