gerbang baru nusantara

Gula Petani Menumpuk Di Pabrik Gula, Arbayanto: Dampak Rafinasi Rembes di Jawa Timur

Lagi-lagi petani gula  di Jawa Timur kesejahteraannya terancam. Imbas dari merembesnya gula kristal rafinasi (GKR) ke pasaran gula kristal putih (GKP) yang mengakibatkan gula milik petani tidak terjual dan gula milik petani tebu dikabarkan menumpuk di gudang milik pabrik-pabrik gula di Jawa Timur.

Try Wahyudi
Jumat, 08 Agustus 2025
Bagikan img img img img
Anggota komisi B DPRD Jawa Timur Mohammad Arbayanto

Lagi-lagi petani gula  di Jawa Timur kesejahteraannya terancam. Imbas dari merembesnya gula kristal rafinasi (GKR) ke pasaran gula kristal putih (GKP) yang mengakibatkan gula milik petani tidak terjual dan gula milik petani tebu dikabarkan menumpuk di gudang milik pabrik-pabrik gula di Jawa Timur.

Anggota komisi B DPRD Jawa Timur Mohammad Arbayanto mengatakan masuknya gula industri (rafinasi) ke pasar umum adalah musibah bagi petani tebu. Sebetulnya, kata politisi Demokrat ini, pemerintah telah melakukan pelarangan peredaran gula rafinasi ke pasar umum melalui Permendagri nomor 1 tahun 2019 hingga 17 tahun 2022.

Pada intinya gula rafinasi terlarang untuk dijual secara bebas di pasar eceran dan hanya diperuntukkan bagi industri sebagai bahan baku atau bahan penolong. Bahkan dalam pengaturannya, gula rafinasi hanya dapat dijual kepada industri pengguna yang memiliki izin usaha industri yang sah dan sangat ketat.

Dampak dari kejadian tersebut semakin memukul dunia pertanian utamanya petani kebun tebu.

"Masuknya Gula Kristal Rafinasi (GKR) tentu merusak pasar Gula KristalPutih (GKP). Upaya pemerintah untuk membeli timbunan GKP di sejumlah Pabrik Gula (PG) hanya obat pereda nyeri tanpa menyelesaikan sumber masalah utama peredaran GKR di pasar umum," jelasnya.

Bahkan menambah beban anggaran rakyat yang semestinya bisa dialokasikan untuk peningkatan pembangunan fasilitas kesehatan dan pendidikan.

"Kami di Komisi B DPRD Jatim tentu prihatin dengan kondisi tersebut. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Timur kami himbau untuk lebih keras lagi dalam melakukan pengawasan dan penindakan pasar gula," jelasnya.

Sebagai wakil rakyat, lanjut dia, tentu dalam posisi untuk melindungi kepentingan masyarakat petani tebu.

"Jangan sampai juga opini publik mengarah pada spekulasi negatif terhadap lemahnya fungsi kewenangan pengawasan pasar yang dimiliki oleh pemerintah, jika kondisi ini berlarut-larut dan sering terjadi, tandasnya.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu