gerbang baru nusantara

Banyak Manfaat Dirasakan Masyarakat, Dukung Anggaran MBG Ditambah

Anggota komisi E DPRD Jawa Timur Imam Makruf mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi presiden Prabowo telah berhasil  mengatasi masalah kekurangan gizi dan stunting yang masih ditemukan di beberapa daerah. 

Try Wahyudi
Minggu, 17 Agustus 2025
Bagikan img img img img
Anggota komisi E DPRD Jawa Timur Imam Makruf

Anggota komisi E DPRD Jawa Timur Imam Makruf mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi presiden Prabowo telah berhasil  mengatasi masalah kekurangan gizi dan stunting yang masih ditemukan di beberapa daerah. 

"Dengan memberikan makanan bergizi di sekolah, diharapkan tumbuh kembang anak dapat lebih optimal sehingga mereka mampu menyerap pelajaran dengan lebih baik," kata politisi Gerindra ini, Minggu (17/8/2025).

Pria yang akrab dipanggil Gus Makruf tersebut mengatakan selain aspek gizi, program MBG juga menjadi sarana pembiasaan perilaku positif dan pembentukan karakter. Masyarakat dibiasakan mencuci tangan sebelum makan, berdoa, dan membersihkan peralatan makan setelah digunakan. 

“Dengan MBG ingin membuat satu kebiasaan yang baik dengan  mulai dari cuci tangan, berdoa, sampai membersihkan sendok setelah makan. Ini bukan sekadar makan bergizi, tetapi membangun karakter,” tegas tokoh NU ini.

Untuk di Jawa Timur sendiri, Gus Makruf mengatakan dirinya melihat hingga 10 Juli 2025, Program MBG telah membentuk 133 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani 3.939 kelompok dengan total 420.569 penerima manfaat.

'"Tahun ini, target penerima MBG di Jatim mencapai 8,77 juta warga melalui 4.177 SPPG yang akan tersebar di seluruh provinsi. Program ini diprioritaskan untuk anak sekolah, ibu hamil, serta kelompok rentan, guna mencetak generasi sehat, cerdas, dan produktif," tuturnya.

Sebaran Penerima MBG di Jawa Timur Dari data yang dihimpun, kelompok penerima manfaat MBG di Jatim didominasi oleh siswa Sekolah Dasar (SD/MI) sebanyak 74.185 anak, disusul siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs) sebanyak 57.393 anak, dan siswa Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK/MA) sebanyak 53.488 anak.

"Penerima manfaat MBG untuk siswa PAUD/TK tercatat sebanyak 16.919 anak, santri pondok k 230 orang, serta ibu hamil 112 orang," terangnya.

Oleh sebab itu, lanjut Imam Makruf, pihaknya mendukung penambahan anggaran yang dilakukan presiden Prabowo untuk program MBG.

"Kalau manfaatnya banyak dirasakan oleh masyarakat sampai pelosok, tentunya layak untuk ditambah anggarannya," tandasnya.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mencapai Rp 335 triliun pada tahun depan. Ini dipaparkannya dalam pembacaan RAPBN 2026 dan Nota Keuangannya.

Anggaran ini ditetapkan untuk menjangkau siswa, ibu hamil dan balita dengan jumlah penerima 82,9 juta penerima. Anggaran ini juga akan dimanfaatkan untuk membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pembangunan generasi unggul melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp335 triliun, ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat.

 “Ke depan, program ini akan efektif memberi manfaat lebih luas dan optimal bagi masyarakat.MBG meningkatkan kualitas gizi anak-anak kita, kualitas SDM masa depan Indonesia, dan juga memberdayakan UMKM dan ekonomi lokal yang akan tumbuh semakin kuat,” kata Presiden.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu