gerbang baru nusantara

80 Tahun Merdeka, Saatnya Indonesia Merdeka Dari Kemiskinan

Memasuki usianya yang ke-80, sudah saatnya Indonesia bebas dari kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat terpenuhi. Wakil ketua DPRD Jawa Timur Blegur Prijanggono mengatakan ketika mendengar pidato kenegaraan yang disampaikan presiden Prabowo Subianto dalam sidang MPR beberapa hari lalu menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk berupaya mengentas kemiskinan.

Try Wahyudi
Senin, 18 Agustus 2025
Bagikan img img img img
wakil ketua DPRD Jawa Timur Blegur Prijanggono

Memasuki usianya yang ke-80, sudah saatnya Indonesia bebas dari kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat terpenuhi. Wakil ketua DPRD Jawa Timur Blegur Prijanggono, ketika mendengar pidato kenegaraan yang disampaikan presiden Prabowo Subianto dalam sidang MPR beberapa hari lalu menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk berupaya mengentas kemiskinan.

"Apa yang dipaparkan presiden tersebut bisa dikata sudah saatnya Indonesia sekarang ini bebas dari kemiskinan dan tentunya kesejahteraan serta target Indonesia emas 2045 mendatang bisa tercapai," ujar politisi Golkar ini, Senin (18/8/2025).

Indonesia Emas 2045, kata Blegur mengacu pada visi Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera pada peringatan 100 tahun kemerdekaan. Untuk mencapai visi ini, beberapa syarat utama yang perlu dipenuhi adalah: pembangunan sumber daya manusia berkualitas, peningkatan pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan penguatan ketahanan nasional.

Pria yang juga Sekretaris DPD Golkar Jawa Timur ini mengatakan banyak program yang digelontorkan pemerintah mulai MBG, koperasi merah putih hingga sekolah rakyat yang semuanya adalah program utama pemerintahan Prabowo sudah tepat sasaran dan banyak masyarakat yang merasakan.

"Salah satu program pemerintahan Prabowo-Gibran yang sudah dirasakan adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Program yang dimulai 6 Januari 2025 ini telah menjangkau jutaan anak sekolah hingga ibu hamil di 190 titik yang tersebar di 26 provinsi. Program ini menargetkan untuk menjangkau 15 juta penerima manfaat pada akhir 2025. Sejumlah program prioritas lainnya sudah dieksekusi pada awal masa kinerja Kabinet Merah Putih ini. Seperti penghapusan utang UMKM, kebijakan swasembada pangan dan energi serta kebijakan medical check up gratis semuanya sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia termasuk di Jawa Timur," jelasnya.

Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang APBN Tahun Anggaran 2026 beserta Nota Keuangan mengumumkan berbagai program unggulan yang menjadi prioritas pemerintah dan telah dirasakan manfaatnya oleh rakyat Indonesia, seperti penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah mencapai 20 juta orang.

Presiden Prabowo menyebutkan per hari ini tercatat penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai 20 juta orang, kemudian Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah diterima oleh lebih dari 18 juta orang.

"Revitalisasi sekolah sudah sampai lebih dari 13.000 sekolah dan madrasah. Sekolah Rakyat sudah mencapai 100. Pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih telah dimulai tahun ini, 80.000 koperasi telah terbentuk, dan pada akhir tahun 2025 ini tiap koperasi akan memiliki gudang, akan memiliki cold storage, akan memiliki gerai-gerai, dan tiap koperasi akan memiliki 2 kendaraan truk untuk menjemput dan mengantar hasil buminya," kata Presiden.

Berbagai pencapaian yang disampaikan itu, menurut Presiden, merupakan bukti nyata kerja keras pemerintah.

"Inilah bukti nyata, dengan kerja keras dan kesungguhan, kita mampu memperjuangkan nasib jutaan rakyat Indonesia untuk hidup lebih sejahtera. Optimisme dan kepercayaan investor terhadap kinerja dan prospek perekonomian Indonesia tinggi," kata Presiden.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu