Marak One Piece, PKB Imbau Hormati Merah Putih
Fenomena berkibarnya bendera bajak laut bergambar tengkorak khas serial anime One Piece di sejumlah kota di Jawa Timur seperti Surabaya, Malang, dan Sidoarjo, menarik perhatian publik dalam beberapa pekan terakhir.
Fenomena berkibarnya bendera bajak laut bergambar tengkorak khas serial anime One Piece di sejumlah kota di Jawa Timur seperti Surabaya, Malang, dan Sidoarjo, menarik perhatian publik dalam beberapa pekan terakhir.
Bendera berwarna hitam dengan simbol tengkorak ber-topi jerami milik kelompok “Topi Jerami” ini terlihat dipasang di pinggir jalan, kendaraan, hingga atap rumah.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Fauzan Fuadi, mengaku tak asing dengan simbol tersebut karena pernah menonton serial anime One Piece.
“Saya sudah lama nonton film One Piece. Sudah agak lupa sih jalan ceritanya. Tapi secara umum, filmnya bagus. Menghibur. Banyak pesan sosial politiknya memang,” ujarnya, Kamis (7/8/2025).
Meski begitu, Fauzan memilih tidak terlibat dalam polemik maraknya bendera bajak laut tersebut di ruang publik, terlebih menjelang perayaan Hari Ulang Tahun ke-88 Republik Indonesia.
“Soal ramai-ramai warga +62 yang memasang bendera dengan simbol bajak laut itu, yang sekarang menjadi polemik, saya ndak mau ikut-ikut,” katanya.
Sebagai kader Partai Kebangkitan Bangsa, Fauzan justru mendorong masyarakat, khususnya warga PKB, untuk memasang bendera partai sebagai bentuk kebanggaan.
“Warga PKB lebih baik pasang saja bendera PKB. Kalau tidak punya, nanti bisa saya kirim,” ujarnya sambil berseloroh.
Ia juga menyarankan agar bendera Nahdlatul Ulama (NU) turut dikibarkan untuk merepresentasikan identitas ke-NU-an. “Kibarkan bendera NU jejeran bendera PKB malah lebih bagus lagi,” kata Fauzan.
Namun demikian, Fauzan mengingatkan bahwa apapun jenis bendera yang dikibarkan, masyarakat harus tetap menjunjung tinggi simbol negara. Ia mengutip dawuh Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tentang pentingnya memuliakan bendera merah putih.
“Pasang bendera apapun boleh, tetapi jangan lebih tinggi dari kamu memasang bendera merah putih, simbol Indonesia Raya,” ujar legislator dari Dapil Bojonegoro-Tuban tersebut.










