Jawa Timur Segera Hadapi Cuaca Ekstrem, Masyarakat Layak Waspadalah
Anggota komisi D DPRD Jawa Timur Misery Efendi menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam mengingat cuaca ekstrem akan terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur.
Anggota komisi D DPRD Jawa Timur Misery Efendi menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam mengingat cuaca ekstrem akan terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur.
"Setidaknya seperti peribahasa sedia payung sebelum hujan. Oleh sebab itu, saya minta kepada masyarakat untuk waspada. Ada prediksi dari BMKG Juanda kalau ke depan kondisi cuaca sedang tidak baik," tutur politisi Demokrat tersebut, Senin (15/9/2025).
Mantan wakil ketua DPRD Ponorogo ini mengatakan tak hanya itu, pihaknya juga minta agar seluruh pemkab kabupaten dan kota di Jawa Timur untuk juga siaga 24 jam termasuk segala peralatan untuk penanganan bencana."Termasuk pemenuhan air bersih hingga dapur umum, tempat pengungsian dan juga kesiapan logistik jika sewaktu-waktu ada bencana," terangnya.
BMKG Juanda memprediksi cuaca ekstrem bakal terjadi di beberapa wilayah Jawa Timur. Hal itu dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti hujan sedang - lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung serta hujan es.
Saat ini, wilayah Jawa Timur masih berada di musim kemarau dan diperkirakan dalam tujuh hari ke depan terdapat potensi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Fenomena tersebut disebabkan adanya gangguan gelombang atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, serta gangguan atmosfer Low Frequency yang saat ini terjadi di Jawa Timur.
Adapun beberapa wilayah di Jawa Timur yang diperkirakan terkena bencana hidrometeorologi yakni, Bondowoso, Jember, Jombang, Kediri, Batu, Malang, Lumajang, Madiun, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Magetan, Ngawi, Ponorogo, Malang, Pacitan, Bojonegoro, Tuban, Banyuwangi, dan Trenggalek.
Wilayah dengan topografi curam/bergunung/tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang.










