Jenguk Bocah Penderita "Atresia Ani", Sri Wahyuni Pastikan Pasien Dapat Penanganan Terbaik di Rumah Sakit
Wakil ketua DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni menjenguk seorang bocah yang bernama Nazril Izzan Khoirulloh, bocah laki-laki berusia 2 tahun lima bulan yang mengalami “Atresia Ani”, yakni lahir tanpa anus di RSUD Soetomo Surabaya.
Wakil ketua DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni menjenguk seorang bocah yang bernama Nazril Izzan Khoirulloh, bocah laki-laki berusia 2 tahun lima bulan yang mengalami “Atresia Ani”, yakni lahir tanpa anus di RSUD Soetomo Surabaya.
Politisi Demokrat tersebut didepan pasien dan keluarga mendoakan agar pasien segera sembuh dan kembali bermain bersama teman sebayanya tersebut.
"Semoga lancar pengobatannya dan segera sembuh," ungkap wanita asal Bojonegoro ini, Senin (15/9/2025).
Menurut Sri Wahyuni, selain menjenguk pasien, dirinya juga memastikan kalau pasien benar-benar mendapatkan perawatan yang terbaik di rumah sakit terbesar di wilayah Indonesia Timur tersebut.
"Dan alhamdulillah pihak rumah sakit sudah memberikan pelayanan terbaiknya untuk pasien tersebut," sambungnya.
Dia mengatakan apa yang dialami pasien tersebut termasuk sulit dimana ada kelainan bawaan, operasinya memang harus bertahap, tidak bisa serta merta,
"Ini operasi mau yang ke-empat, berat badannya juga perlu distabilkan dulu, insyaallah bulan September ini direncanakan operasi untuk saluran kencingnya itu,” imbuhnya.
“Insyallah saya siap mengawal, untuk pasien agar segera mendapat tindakan operasi saluran kencingnya itu, kalau masih harus nunggu-nunggu kan RSUD Dr. Soetemo harus menyampaikan alasannya apa kendalanya apa,” tegas adik kandung anggota DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto ini.
Apa yang dilakukan dirinya sebagai bentuk tugasnya sebagai wakil rakyat terlebih pasien adalah warga Bojonegoro dimana merupakan wilayah dapilnya.
Tak hanya itu, dirinya juga menjalankan amanat partai Demokrat dimana ketua umum AHY minta agar seluruh kader Demokrat di daerah selalu hadir ditengah masyarakat yang membutuhkan.
Pasangan suami istri Moch. Siswanto (40) dan Juli Astutik (30) asal Desa Tapelan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, harus menahan kesedihan setiap hari atas penderitaan buah hatinya yang ke dua, Nazril Izzan Khoirulloh.
Pasalnya, putra laki-lakinya itu mengalami kelainan berupa “Atresia Ani”.
Kelainan Atresia Ani sejak lahir ini menyebabkan Nazril, yang kini berusia 2 tahun 5 bulan, dahulunya harus dibuatkan anus. Sebab ia lahir tanpa anus. Nazril sebelumnya ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesomo Bojonegoro, yang kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
Operasi pertama kepada Nazril dilakukan pada saat berumur dua hari di RSUD Sosodoro. Setelah itu berlanjut operasi di Kediri pada usia tiga bulan untuk pembuatan anus. Tetapi setelah operasi ini Nazril tidak dapat mengeluarkan air seni.
Pascapenanganan medis terakhir, menunggu hingga dua tahun belum ada panggilan untuk operasi hingga akhirnya pihak RSUD Soetomo Surabaya memberikan kepastian adanya pelaksanaan operasi terhadap pasien.










