gerbang baru nusantara

Anggota DPRD Jatim Iwan Zunaih Minta Pemerintah Realisasikan PSN Kali Lamong

Anggota DPRD Jatim dari Dapil Gresik–Lamongan, Ahmad Iwan Zunaih, mendesak pemerintah pusat segera merealisasikan PSN Kali Lamong. Ia menilai kolaborasi lintas daerah dan alokasi anggaran pusat menjadi kunci agar banjir tahunan di Kali Lamong tidak lagi mengganggu perekonomian masyarakat.

Adi Suprayitno
Kamis, 25 September 2025
Bagikan img img img img
Anggota DPRD Jawa Timur Dapil Gresik–Lamongan, Ahmad Iwan Zunaih, saat menegaskan pentingnya realisasi PSN Kali Lamong, Jumat (26/09/2025).

Anggota DPRD Jawa Timur dari Dapil Gresik–Lamongan, Ahmad Iwan Zunaih, mendesak pemerintah pusat segera merealisasikan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kali Lamong. Sejak ditetapkan pada 2019, proyek tersebut dinilai belum menunjukkan progres signifikan.


Kolaborasi Antardaerah Diperlukan

Politisi Partai NasDem yang akrab disapa Gus Iwan itu menegaskan, penanganan Kali Lamong tidak bisa hanya dilakukan satu pemerintah daerah. Menurutnya, diperlukan kolaborasi antara Pemkab Gresik, Mojokerto, Lamongan, Pemkot Surabaya, dan tentu saja pemerintah pusat.

“Padahal secara realitas, Kali Lamong butuh urun tangan dan urun rembuk bersama, baik Pemkab Gresik, Mojokerto, Surabaya, Lamongan, maupun pemerintah pusat,” ujar Iwan.

Ia pesimistis masalah banjir tahunan di Kali Lamong bisa diselesaikan tanpa adanya program kolaborasi yang terencana secara menyeluruh. “Tidak mungkin Kali Lamong mendapat solusi efektif tanpa kolaborasi,” tambahnya.

Masalah infrastruktur di kawasan tersebut sebelumnya juga banyak dikeluhkan warga, terutama terkait jalan yang rusak saat reses DPRD Jatim di Lamongan (baca keluhan warga soal jalan rusak).


DPRD Jatim Dukung Realisasi PSN Kali Lamong

DPRD Jawa Timur, kata Iwan, mendukung penuh agar pemerintah pusat segera merealisasikan PSN untuk Kali Lamong. Pasalnya, banjir di wilayah tersebut rutin terjadi setiap tahun, bahkan bisa dua hingga tiga kali dalam setahun.

“Ini sangat mengganggu jika terus dibiarkan. Perekonomian masyarakat akan terganggu,” tegasnya.

Iwan yang juga bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Sunan Drajad Lamongan berharap pemerintah pusat segera mengalokasikan anggaran dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta Pemprov Jatim.

“Sehingga rencana itu bisa berjalan efektif, dan permasalahan Kali Lamong segera terurai,” pungkasnya.


Detail Proyek dan Pembangunan Tanggul

Untuk diketahui, pembangunan tanggul parapet Kali Lamong dilakukan di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Gresik. Pada 2025 dialokasikan anggaran Rp41 miliar dari APBN dengan pelaksana Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

Sebelumnya, tanggul parapet sepanjang 1,5 kilometer dibangun pada 2021, disusul 400 meter pada 2022, dan 400 meter lagi pada 2024. Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan sembilan kolam retensi.

Rinciannya: empat kolam di Kecamatan Cerme (Tambakberas, Morowudi, dan Desa Iker-iker Geger), dua kolam di Kecamatan Benjeng (Sedapurklagen dan Deliksumber), dua kolam di Kecamatan Wotan–Panarukan (Wotansari dan Banjaragung), serta satu kolam di Cermen, Kedamean.

Upaya penanganan Kali Lamong ini sejalan dengan percepatan sejumlah PSN lain di Jawa Timur, seperti tol Kepanjen–Malang dan rencana PSN untuk penanggulangan banjir di Madura (baca di sini).

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu