gerbang baru nusantara

Fauzan Fuadi Sebut HUT ke-80 Pemprov Jatim Sebagai Ajang Evaluasi dan Refleksi

Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim, Fauzan Fuadi, menilai Hari Ulang Tahun ke-80 Pemerintah Provinsi Jawa Timur harus dijadikan momentum untuk mengevaluasi capaian dan membenahi persoalan mendasar masyarakat, seperti pengangguran dan biaya pendidikan.

Yuli Iksanti
Selasa, 07 Oktober 2025
Bagikan img img img img
Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Fauzan Fuadi, saat menyampaikan pandangan fraksi terkait refleksi pembangunan dalam momentum HUT ke-80 Pemprov Jatim di Surabaya, Senin (06/10/2025).

HUT Pemprov Jatim Dinilai Jadi Momentum Evaluasi

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Provinsi Jawa Timur, Fauzan Fuadi, menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Pemerintah Provinsi Jawa Timur harus menjadi ajang evaluasi dan refleksi terhadap kondisi riil masyarakat di lapangan.

Menurut Fauzan, masih banyak hal yang perlu dibenahi, terutama terkait kesenjangan antara data statistik pemerintah dengan kondisi faktual masyarakat.

“Selama ini, Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah Indar Parawansa, sering menyampaikan berbagai capaian berdasarkan data, baik dari BPS maupun OPD. Namun, yang terjadi di lapangan justru berbanding terbalik,” ujarnya, Senin (06/10/2025).

Ia menilai, pencapaian pembangunan yang sering dipublikasikan melalui data dan seremoni peresmian belum sepenuhnya menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

“Yang kita tahu dari beliau selama memimpin di Provinsi Jawa Timur adalah menyuguhkan data, berbicara argumentasi, dan naik panggung gunting pita yang dianggap prestasi. Tapi sebetulnya, kalau kita lihat dari kebutuhan dasar masyarakat, banyak yang belum terpenuhi,” terang Fauzan.

(Baca Selengkapnya: Rapat Paripurna Istimewa DPRD Jatim 12 Oktober 2025 membahas refleksi HUT ke-80 Pemprov Jatim)


Kritik terhadap Kondisi Lapangan: Pendidikan hingga Pengangguran

Fauzan menyoroti sejumlah persoalan yang masih dihadapi masyarakat Jawa Timur, mulai dari pengangguran, biaya pendidikan, hingga program sosial yang belum merata.

“Kalau ada yang bilang pengangguran sudah diatasi, faktanya masih ada puluhan ribu orang yang terkena PHK. Mencari pekerjaan tanpa koneksi masih sangat sulit,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi di sektor pendidikan juga masih memprihatinkan. Banyak orang tua masih mengeluhkan tarikan sumbangan dan biaya sekolah yang memberatkan, meskipun pemerintah telah menjalankan program Tistas (Gratis Tuntas).

“Pada kenyataannya, di lapangan Tistas justru menjadi Gratis Terbatas,” ungkapnya.

Fauzan menilai bahwa ketimpangan tersebut menunjukkan perlunya introspeksi dalam peringatan HUT ke-80 Pemprov Jatim.

“Kalau kita perhatikan, fakta di lapangan masih jauh dari apa yang diharapkan. Momentum ini hendaknya menjadi ajang evaluasi dan refleksi bersama,” tukasnya.


Ajak Pemprov Fokus pada Capaian Nyata Masyarakat

Dalam pandangannya, Fauzan mengingatkan agar Pemerintah Provinsi tidak sekadar berfokus pada data statistik atau citra keberhasilan formal.

“Capaian-capaian yang belum sepenuhnya sesuai harapan harus diperbaiki agar ke depan lebih lengkap. Kita tidak butuh statistik yang membuat orang terlena, tapi hasil nyata yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan sejati pemerintahan bukan diukur dari banyaknya laporan atau peresmian proyek, tetapi dari kemandirian ekonomi masyarakat.

“Faktanya, banyak warga yang masih kesulitan mencari kerja. Lapangan pekerjaan seharusnya tersedia karena kebijakan pemimpin, bukan semata karena inisiatif warga sendiri. Kalau begitu, apa guna seorang pemimpin itu?” tandasnya.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu