Dr. Benjamin Kristianto: MBG Wujudkan SDM Unggul Menuju Generasi Emas 2045
Dr. Benjamin Kristianto menilai program MBG efektif mencegah stunting dan menyiapkan generasi sehat lahir batin. DPRD Jatim terus memastikan distribusi MBG berjalan tepat sasaran dan higienis sebagai bagian dari strategi menuju Generasi Emas 2045.
Generasi Emas 2045 Butuh SDM Unggul dan Sehat Sejak Dini
Anggota DPRD Jawa Timur, Dr. Benjamin Kristianto, MARS, menegaskan pentingnya mempersiapkan Generasi Emas 2045 karena pada masa itu Indonesia akan menikmati bonus demografi — sekitar 70% penduduk berada dalam usia produktif.
“Generasi yang sehat lahir batin, jasmani dan mentalnya harus disiapkan sejak dalam kandungan. Hanya dengan begitu mereka mampu beradaptasi dengan tantangan global,” ujar politisi Partai Gerindra ini dalam wawancara di Surabaya, Rabu (23/10/2025).
Menurutnya, inisiatif pemerintah melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil dan menyusui merupakan langkah konkret mencegah stunting dan melahirkan generasi yang sehat dan kuat, yang kelak menjadi pilar pembangunan bangsa.
Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya DPRD Jatim memastikan distribusi MBG berjalan tepat sasaran dan higienis.
(Baca Selengkapnya: Program Pengawasan MBG Diperketat di Jawa Timur)
SDM Unggul Jadi Kunci Bonus Demografi
Benjamin menekankan, tanpa persiapan yang matang, bonus demografi justru dapat menjadi beban sosial seperti meningkatnya kemiskinan dan pengangguran.
“Menciptakan sumber daya manusia unggul, ditunjang fisik sehat dan mental kuat, menjadi kebutuhan mutlak di era Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Ia menambahkan, generasi emas bukan hanya harus cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan emosional. Pendidikan, nilai karakter, dan life skill harus berjalan seimbang agar generasi muda memiliki daya saing global serta karakter kebangsaan yang kokoh.
Komisi terkait DPRD Jatim sebelumnya juga melakukan sidak ke penyedia MBG di Surabaya untuk memastikan kualitas gizi masyarakat.
(Baca selengkapnya: Cahyo Harjo Sidak MBG Surabaya Pastikan Distribusi Tepat Sasaran)
Pendidikan, Karakter, dan Literasi Digital Jadi Landasan
Menurut Benjamin, untuk menyiapkan generasi unggul dibutuhkan langkah strategis mulai dari peningkatan gizi hingga pendidikan karakter.
“Lahirnya bayi sehat dimulai dari ibu yang menjaga kebutuhan gizi sejak mengandung. Karena itu, program MBG sangat efektif dalam mencetak generasi emas,” jelas pemilik Klinik Seila Medika tersebut.
Ia menambahkan pentingnya:
-
Pendidikan karakter dan penanaman nilai-nilai agama sejak dini.
-
Keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, pemecahan masalah, inovasi, dan literasi digital.
-
Ketahanan individu dan keluarga, agar mampu menghadapi perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi yang cepat.
Sebelumnya, DPRD Jatim juga telah menekankan pentingnya pengawasan terhadap aspek higienitas dan manajemen penyedia MBG untuk menjaga mutu asupan masyarakat.
(Baca Selengkapnya: NasDem Minta Pengawasan Higienis Program MBG di Jatim)
Membangun Generasi Tangguh, Beretika, dan Nasionalis
Benjamin menegaskan, membangun Generasi Emas 2045 tidak cukup hanya dengan pendidikan akademis. Karakter, etika, dan rasa nasionalisme perlu diperkuat agar anak muda tidak kehilangan identitas di tengah derasnya arus globalisasi.
“Generasi muda harus dibentuk menjadi pribadi yang santun, beretika, dan berdaya saing, sekaligus menjaga budaya Indonesia,” tutupnya.










