Golden Age Terancam, Jairi Irawan Ajak Ibu-Ibu di Tulungagung Perkuat Gizi Bayi Sejak Kandungan
Jairi Irawan tekankan edukasi gizi ibu hamil, ASI eksklusif, dan MPASI tepat dalam reses di Tulungagung untuk menekan stunting.
TULUNGAGUNG — (19/11/2025) Upaya pencegahan stunting kembali menjadi fokus kegiatan reses Anggota DPRD Jawa Timur Dapil 7, Jairi Irawan, yang menekankan pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak memasuki fase Golden Age.
Isu peningkatan kesejahteraan dan perlindungan anak sebelumnya juga beberapa kali disorot DPRD Jatim, termasuk terkait rendahnya standar penghasilan pekerja yang berdampak pada pemenuhan gizi keluarga.
(Baca Selengkapnya: Faktor ekonomi yang mempengaruhi gizi keluarga)
DPRD Jatim juga menyoroti pelayanan kesehatan dasar, termasuk imunisasi dan kematian anak akibat campak, yang menguatkan urgensi edukasi kesehatan ibu dan anak.
(Baca Selengkapnya: Penguatan kepentingan kesehatan dasar anak)
(Baca Selengkapnya: Desakan DPRD agar Pemerintah menggalakkan imunisasi campak)
Edukasi Golden Age dan Gizi: Fokus Reses Jairi Irawan
Kegiatan reses yang digelar di Wisata Kebon Jambu, Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, menghadirkan kader Posyandu, ibu hamil, dan para ibu dengan anak berusia di bawah tiga tahun. Dinas Kesehatan Tulungagung juga hadir memberikan edukasi langsung.
Jairi, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim dan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tulungagung, menjelaskan bahwa reses kali ini difokuskan pada pemahaman 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pentingnya ASI eksklusif, serta persiapan MPASI yang tepat.
Ia mengungkapkan temuan saat kunjungan ke Posyandu di Kabupaten Kediri sebelumnya.
“Setiap desa memiliki angka kelahiran sekitar 40–50 bayi per tahun. Dari jumlah tersebut, masih ditemukan bayi terindikasi stunting. Meski tidak banyak, ini tetap menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Komisi E Dorong Pelatihan Kader dan Edukasi Ibu Muda
Karena bermitra dengan Dinas Kesehatan Jawa Timur, Jairi menegaskan komitmennya memperluas pelatihan bagi kader Posyandu, ibu hamil, dan ibu muda agar pemahaman mereka mengenai gizi, ASI eksklusif, serta MPASI semakin kuat.
Tekan Stunting Lewat Gizi Cukup, ASI Eksklusif, dan MPASI Tepat
Dalam pemaparannya, Jairi menyebutkan bahwa edukasi merupakan kunci pencegahan stunting.
“Reses ini difokuskan agar bayi sejak lahir mendapatkan gizi cukup, ASI eksklusif, serta MPASI yang tepat mulai usia 6 bulan,” jelasnya.
Berdasarkan SSGI 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Tulungagung sebesar 13,70%, lebih rendah dari rata-rata Jawa Timur 14,7%. Meski demikian, Jairi menegaskan komitmen penurunan stunting tetap harus berkelanjutan.
Peserta Antusias, Edukasi Dinilai Membantu
Sejumlah peserta mengaku mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut.
-
Rina Yunita, warga Tawangsari:
“Kegiatan ini membuat kami bisa berbagi pengalaman. Semoga Bapak Jairi makin memperhatikan ibu-ibu.” -
Fitri, warga Plandaan:
“Materinya jelas, dokternya menyampaikan dengan rinci. Semoga kegiatan ini terus berlanjut.” -
Lilis Anggraini, warga Ketanon:
“Dijelaskan detail cara penyajian MPASI dan cara menyusui yang benar. Semoga acara ini rutin.”
Komitmen Berkelanjutan Tekan Stunting di Jatim
Melalui reses ini, Jairi menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, kader Posyandu, dan masyarakat.
“Kita ingin memastikan setiap anak di Jawa Timur tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang baik,” pungkasnya.










