gerbang baru nusantara

Yoyok Mulyadi Soroti Maskin di Situbondo dan Bondowoso Belum Nikmati Listrik

Anggota DPRD Jawa Timur Yoyok Mulyadi menyoroti masih adanya sekitar 100 rumah warga miskin di Situbondo dan Bondowoso yang belum menikmati listrik. Ia mendorong pemerintah mempercepat pemerataan elektrifikasi desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Try Wahyudi
Senin, 23 Februari 2026
Bagikan img img img img
Yoyok Mulyadi menyoroti masih adanya warga miskin di Situbondo dan Bondowoso yang belum menikmati akses listrik dan mendorong percepatan pemerataan elektrifikasi desa di Jawa Timur.

DPRD Jatim Dorong Pemerataan Elektrifikasi Desa

SURABAYA — Komitmen pemerintah dalam memastikan akses listrik hingga ke pelosok daerah dinilai masih belum maksimal. Hal tersebut terlihat dari masih adanya warga miskin (maskin) di Kabupaten Situbondo dan Bondowoso yang belum menikmati layanan listrik.

Anggota DPRD Jawa Timur Yoyok Mulyadi menyampaikan temuan tersebut berdasarkan hasil penyerapan aspirasi masyarakat di kedua wilayah tersebut.

“Dari kegiatan serap aspirasi beberapa waktu lalu, warga di pelosok Situbondo dan Bondowoso mengeluhkan belum menikmati layanan listrik,” kata Yoyok saat dikonfirmasi, Senin (23/02/2026).

Sekitar 100 Rumah Warga Miskin Belum Berlistrik

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut mengungkapkan terdapat sekitar 100 rumah warga miskin di Situbondo dan Bondowoso yang hingga kini belum teraliri listrik.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera mendapat perhatian pemerintah daerah maupun pihak terkait agar pemerataan listrik dapat segera terwujud.

“Saya mendorong agar warga di dua wilayah tersebut segera mendapatkan akses listrik,” ujarnya.

Akses Listrik Dorong Peningkatan Ekonomi Warga

Mantan Wakil Bupati Situbondo itu menilai kehadiran listrik memiliki dampak besar bagi kehidupan masyarakat miskin, terutama dalam aspek ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.

“Akses listrik memberikan dampak transformatif bagi warga miskin, mulai dari pengurangan biaya pengeluaran hingga peningkatan peluang ekonomi,” jelas Yoyok.

Ia menambahkan, listrik memungkinkan masyarakat menjalankan berbagai usaha rumahan, seperti warung, bengkel, maupun produksi makanan seperti gorengan, kue, dan mi ayam yang membutuhkan peralatan elektronik.

Selain itu, penggunaan listrik untuk penerangan dinilai lebih hemat dibandingkan penggunaan lampu minyak tanah (kerosene), sehingga keluarga dapat mengalihkan pengeluaran untuk kebutuhan lain yang lebih produktif.

“Dengan listrik, masyarakat tidak hanya mendapatkan penerangan, tetapi juga peluang peningkatan ekonomi keluarga,” tandasnya.

Pemerataan Listrik Masih Jadi Tantangan di Jawa Timur

Isu pemerataan akses listrik di Jawa Timur sebelumnya juga menjadi perhatian DPRD Jatim, terutama di wilayah pedesaan dan daerah terpencil. Masih terdapat puluhan ribu rumah tangga di Jawa Timur yang belum teraliri listrik, sehingga percepatan elektrifikasi desa dinilai sangat mendesak Ketimpangan distribusi listrik juga pernah dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Bondowoso yang mengalami keterbatasan akses energi listrik Selain itu, DPRD Jawa Timur juga menilai pentingnya peningkatan sosialisasi berbagai layanan pemerintah bagi masyarakat miskin agar mereka dapat memperoleh hak-hak dasar, termasuk akses bantuan hukum dan layanan publik lainnya

baca selengkapnya:

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu