Hari Kartini 2026, Fraksi PDIP Jatim ingatkan masih ada kesenjangan pendidikan perempuan di Jatim
Ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim Wara Sundari Renny Pramana menilai kesenjangan pendidikan perempuan di Jawa Timur masih menjadi tantangan serius.
Kartini Kini: Dilema Kemajuan dan Ketimpangan Pendidikan Perempuan Jawa Timur
SURABAYA — Peringatan Hari Kartini 2026 menjadi momentum refleksi atas kemajuan sekaligus ketimpangan yang masih dialami perempuan, khususnya pada sektor pendidikan di Jawa Timur.
Meski akses pendidikan bagi perempuan terus meningkat, capaian pendidikan dari sisi rata-rata lama sekolah masih menunjukkan kesenjangan yang belum sepenuhnya teratasi.
Berdasarkan data pendidikan 2025–2026, partisipasi perempuan dalam pendidikan dasar hingga menengah terus menguat seiring perluasan akses layanan pendidikan dan program wajib belajar. Namun, rata-rata lama sekolah perempuan di Jawa Timur masih berada pada kisaran 8,2 tahun, lebih rendah dibanding laki-laki yang mencapai sekitar 8,8 tahun.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, menilai semangat Raden Ajeng Kartini harus dimaknai sebagai dorongan untuk memastikan perempuan tidak hanya memperoleh akses pendidikan, tetapi juga mampu menyelesaikannya dan berdaya di berbagai sektor kehidupan.
“Selamat Hari Kartini. Semangat Kartini hari ini adalah memastikan perempuan tidak berhenti pada akses, tetapi juga mampu menyelesaikan pendidikan dan hadir di semua bidang, baik di keluarga, dunia kerja, maupun ruang publik,” ujar perempuan yang akrab disapa Bunda Renny itu, Selasa (21/04/2026).
Baca Selengkapnya:
-
Lilik Hendarwati Ketua F-PKS DPRD Jatim tentang pentingnya perempuan Jatim yang kuat dan berdaya demi pembangunan daerah dan nasional melalui momentum Hari Kartini
-
Sri Wahyuni Wakil Ketua DPRD Jatim gaungkan perempuan berdaya dengan keaktifan di ruang publik dan pengambilan peran strategis jelang Hari Kartini
-
Ini dia 3 pesan Laili Abidah DPRD Jatim kepada perempuan Jatim demi pembangunan bangsa dalam momentum Hari Kartini
Peran Aktif Perempuan sebagai Kekuatan Strategis Pembangunan
Menurutnya, perempuan masa kini harus dipandang sebagai kekuatan strategis pembangunan, bukan sekadar kelompok penerima manfaat kebijakan.
“Perempuan hari ini bukan hanya penerima kebijakan, tetapi juga penentu arah perubahan. Karena itu, ruang untuk tumbuh harus dibuka seluas-luasnya,” tegasnya.
Bunda Renny menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, tantangan terbesar pendidikan perempuan saat ini bukan hanya akses masuk sekolah, tetapi juga keberlanjutan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.
Menurut Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut, di sejumlah wilayah perempuan masih rentan mengalami putus sekolah akibat tekanan ekonomi dan pernikahan dini.
“Ketimpangan pendidikan ini berdampak langsung pada kualitas partisipasi perempuan di dunia kerja. Kelompok perempuan dengan pendidikan lebih rendah cenderung lebih banyak terserap di sektor informal dengan akses perlindungan kerja yang terbatas,” ujarnya.
Ia menilai peningkatan kualitas pendidikan perempuan menjadi faktor penting dalam memperkuat partisipasi perempuan di berbagai sektor pembangunan daerah.
Momentum Hari Kartini 2026 dinilai menjadi pengingat penting bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan sosial, pendidikan, ekonomi, hingga pengambilan kebijakan publik.










