KEK Tembakau Diusulkan Dibangun di Madura, Nurul Huda: Bisa Sejahterakan Masyarakat
Pemprov Jatim mengusulkan KEK Tembakau Madura pada Maret 2026. DPRD Jatim menilai kebijakan ini berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi daerah.
KEK Tembakau Madura Diusulkan, DPRD Jatim: Dorong Kesejahteraan
Surabaya — Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) resmi mengusulkan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura kepada pemerintah pusat pada (Maret 2026).
Anggota DPRD Jawa Timur, Nurul Huda, mengungkapkan bahwa keberadaan KEK tersebut diharapkan mampu mendorong perekonomian Madura yang saat ini dinilai masih tertinggal dibandingkan daerah lain.
“Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Madura, khususnya KEK tembakau, diusulkan sebagai solusi strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi lokal,” kata politisi PPP tersebut, Sabtu (04/04/2026).
Nurul Huda menilai KEK tembakau dapat menjadi perisai ekonomi bagi petani sekaligus mengembalikan nilai ekonomi sumber daya alam kepada masyarakat Madura.
Menurutnya, KEK tembakau akan membangun ekosistem ekonomi baru yang komprehensif, mulai dari proses budidaya hingga pengolahan hasil tembakau.
Hal ini dinilai selaras dengan berbagai upaya DPRD Jatim dalam mendorong peningkatan serapan tembakau dan perlindungan petani.
baca selengkapnya:
-
dorongan pembentukan KEK sebagai penguatan koperasi dan ekosistem tembakau Madura
-
kekhawatiran tidak terserapnya tembakau petani dan dorongan intervensi pemerintah
-
evaluasi kebijakan cukai terkait rendahnya serapan tembakau
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, sebelumnya menyatakan kesiapan Pemprov Jatim menjadi pengusul resmi KEK Tembakau Madura kepada pemerintah pusat serta mengawal prosesnya hingga tuntas.
Menurutnya, usulan tersebut sejalan dengan semangat pembangunan inklusif di Jawa Timur.
“Ini bagian dari upaya memastikan pembangunan berjalan adil dan merata. No one left behind. Tidak boleh ada wilayah yang tertinggal dari proses pembangunan,” ujarnya.










