Program SIKAP Dindik Jatim Banjir Pujian, Ajarkan Kemandirian Siswa Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Program SIKAP yang diinisiasi Dinas Pendidikan Jawa Timur mendapat apresiasi DPRD Jatim karena dinilai mampu membangun kemandirian siswa melalui praktik pertanian, perikanan, dan peternakan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
DPRD Jatim Apresiasi Program Sekolah Produktif
Surabaya – Program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) yang diinisiasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menuai banyak pujian. Program tersebut bertujuan mengubah lahan sekolah menjadi area produktif untuk sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, mengatakan program tersebut mampu mengajarkan kemandirian siswa, kepedulian terhadap lingkungan, serta membangun jiwa kewirausahaan melalui praktik langsung mulai dari pembibitan hingga panen.
“Program SIKAP tersebut mendukung ketahanan pangan keluarga dan membantu pengendalian inflasi daerah melalui pemanfaatan lahan kosong,” jelas mantan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur itu pada Senin (18/05/2026).
Menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur tersebut, program SIKAP menjadi bukti bahwa siswa tidak hanya diajarkan mata pelajaran sesuai kurikulum, tetapi juga dibekali pendidikan lingkungan, praktik pertanian yang baik, serta pembelajaran tentang kehidupan yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar.
Dukung Pendidikan Karakter dan Ketahanan Pangan
Rasiyo berharap Dinas Pendidikan Jawa Timur terus melakukan berbagai inovasi pendidikan untuk mendukung program pendidikan nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.
“Saya berharap ke depannya Dinas Pendidikan Jawa Timur terus melakukan inisiasi lainnya demi mendukung program pendidikan nasional,” ujarnya.
Program SIKAP diketahui merupakan inovasi yang diinisiasi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, guna mendorong satuan pendidikan mengoptimalkan pemanfaatan lahan menjadi area produktif, baik di bidang pertanian, perikanan, maupun peternakan.
Melalui program tersebut, siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik secara langsung di lapangan.
Sekolah diharapkan tidak hanya menjadi pusat transfer ilmu pengetahuan, melainkan juga ruang pembentukan karakter, kemandirian, serta kepedulian siswa terhadap ketahanan pangan dan lingkungan sejak dini.
Program Ketahanan Pangan DPRD Jatim Terus Didorong
DPRD Jawa Timur sebelumnya juga aktif mendorong berbagai program ketahanan pangan dan penguatan sektor pertanian daerah.
baca selengkapnya:
-
normalisasi Avour Macanan di Tuban untuk mendukung sistem irigasi dan ketahanan pangan daerah
-
dorongan pengembangan sorgum sebagai solusi menghadapi kekeringan dan penguatan pangan alternatif di Jawa Timur
-
pemanfaatan AI pertanian di Jawa Timur untuk menghadapi dampak El Nino dan meningkatkan produktivitas pangan










