gerbang baru nusantara

Malang Raya Terdampak Fenomena Bediding, Siadi Beber Dampaknya

Anggota DPRD Jawa Timur Dapil VI Malang Raya Siadi imbau masyarakat siaga kesehatan, pertanian, dan peternakan menghadapi fenomena bediding yang menyebabkan suhu udara lebih dingin di Malang Raya hingga Juli 2026.

Try Wahyudi
Jumat, 05 Juni 2026
Bagikan img img img img
Anggota DPRD Jawa Timur Dapil VI Siadi ingatkan masyarakat siaga kesehatan dan siaga ternak menghadapi fenomena bediding.

Fenomena Bediding Sebabkan Suhu Udara Malang Raya Lebih Dingin

SURABAYA – Suhu udara di wilayah Malang Raya dalam beberapa pekan terakhir terasa lebih dingin dibandingkan biasanya, terutama pada malam hingga pagi hari. Kondisi tersebut dikenal masyarakat sebagai fenomena bediding.

Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Siadi, menjelaskan bahwa bediding merupakan fenomena musiman yang terjadi akibat menguatnya angin monsun timuran yang membawa udara kering dan dingin.

Bediding merupakan kondisi ketika suhu lingkungan lebih dingin dibandingkan kondisi normal. Fenomena ini merupakan siklus musiman yang ditandai dengan aktifnya angin monsun timuran yang bersifat kering dan dingin,” kata Siadi, Jumat (05/06/2026).

Politikus Partai Golkar tersebut menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi karena minimnya tutupan awan dan rendahnya intensitas hujan selama musim kemarau.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, fenomena bediding di Malang Raya diperkirakan berlangsung hingga Juli 2026,” ujarnya.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena bediding dipicu oleh menguatnya Angin Monsun Australia yang membawa massa udara dingin dan kering menuju wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur.

Kondisi tersebut menyebabkan penurunan kelembapan udara dan suhu udara pada malam hingga dini hari sehingga masyarakat merasakan udara yang lebih dingin dibandingkan biasanya.

DPRD Jatim Imbau Warga Waspadai Dampak Kesehatan

Siadi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak fenomena bediding, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit tertentu.

“Waspadai dampak yang dapat ditimbulkan oleh fenomena ini,” tegasnya.

Menurutnya, suhu udara yang lebih dingin dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), kulit kering, dehidrasi, hingga kekambuhan penyakit seperti asma dan rematik.

“Paparan suhu dingin dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga memicu nyeri sendi, otot kaku, maupun kambuhnya penyakit rematik,” jelasnya.

Peringatan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca dan kondisi alam juga sejalan dengan sikap DPRD Jawa Timur yang sebelumnya mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di wilayah yang memiliki risiko bencana alam.

Baca Selengkapnya: DPRD Jatim mengingatkan wisatawan dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan wisata rawan bencana di wilayah Dapil Jatim IX

Peternak dan Sektor Pertanian Diminta Lakukan Antisipasi

Selain berdampak pada kesehatan masyarakat, Siadi juga mengingatkan para peternak agar meningkatkan pengawasan terhadap ternak yang dipelihara selama fenomena bediding berlangsung.

Menurutnya, suhu dingin berpotensi menyebabkan stres pada ternak yang dapat berdampak pada penurunan nafsu makan, melemahnya daya tahan tubuh, hingga meningkatkan risiko kematian akibat hipotermia maupun penyakit lainnya.

“Untuk sektor peternakan, kondisi ini dapat memicu stres pada ternak. Dampaknya antara lain penurunan nafsu makan, melemahnya sistem imun, hingga risiko kematian akibat hipotermia atau penyakit lainnya,” katanya.

Fenomena cuaca ekstrem juga perlu diantisipasi oleh sektor pertanian karena dapat memengaruhi produktivitas tanaman pangan dan hortikultura.

Baca Selengkapnya: DPRD Jatim meminta pemerintah turun tangan membantu petani saat tanaman cabai terdampak serangan hama yang mengancam produktivitas pertanian

Siadi berharap pemerintah daerah, kelompok tani, dan peternak dapat memperkuat langkah mitigasi guna meminimalkan dampak fenomena bediding terhadap sektor pangan dan peternakan.

Hal tersebut penting mengingat Jawa Timur merupakan salah satu daerah penyangga ketahanan pangan nasional yang perlu dijaga produktivitasnya.

Baca Selengkapnya: DPRD Jatim meminta pemerintah meningkatkan kesiapsiagaan dalam menjaga daerah lumbung pangan nasional dari berbagai ancaman yang berpotensi menurunkan produksi

“Dengan langkah antisipasi yang baik, dampak fenomena bediding terhadap kesehatan masyarakat maupun sektor peternakan dan pertanian dapat diminimalkan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu