gerbang baru nusantara

Temui Mahasiswa Unmer Malang di DPRD Provinsi Jatim, Puguh Wiji Pamungkas Dorong Budaya Policy Brief dan Critical Thinking

Puguh Wiji Pamungkas, anggota DPRD Jawa Timur Dapil VI Malang Raya mengajak mahasiswa Universitas Merdeka Malang mengembangkan budaya critical thinking dan penyusunan policy brief sebagai bentuk partisipasi akademik dalam mendukung kebijakan publik dan pembangunan daerah di Jawa Timur.

Yuli Iksanti
Rabu, 10 Juni 2026
Bagikan img img img img
Puguh Wiji Pamungkas Dapil VI DPRD Jatim berdialog dengan mahasiswa Universitas Merdeka Malang saat kunjungan akademik di DPRD Provinsi Jawa Timur.

Mahasiswa Unmer Didorong Aktif Berkontribusi dalam Kebijakan Publik

SURABAYA — Kunjungan mahasiswa Universitas Merdeka (Unmer) Malang ke Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur pada Selasa (09/06/2026) mendapat sambutan hangat dari Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Dapil VI Malang Raya, Puguh Wiji Pamungkas.

Dalam kesempatan tersebut, Puguh berdialog langsung dengan para mahasiswa dan mengajak mereka untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui gagasan, kajian akademik, serta rekomendasi kebijakan berbasis data.

Pertemuan berlangsung di sela kunjungan akademik mahasiswa Unmer Malang yang mengikuti kegiatan pengenalan fungsi dan tugas DPRD Provinsi Jawa Timur.

Puguh mengaku sengaja meluangkan waktu untuk menemui para mahasiswa setelah mengetahui rombongan yang hadir berasal dari almamater tempat dirinya menempuh pendidikan doktoral.

“Saya merasa perlu bertemu dengan teman-teman sekalian sebagai mahasiswa Universitas Merdeka Malang. Kebetulan saya juga menyelesaikan studi doktoral di sana dan baru wisuda beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Baca Selengkapnya:

Budaya Critical Thinking dan Policy Brief Perlu Diperkuat

Menurut Puguh, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai kelompok intelektual yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai persoalan daerah melalui kajian ilmiah dan rekomendasi kebijakan.

“Semangat critical thinking harus terus dijaga. Mahasiswa jangan hanya menjadi penonton, tetapi juga harus mampu memberikan gagasan dan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat,” katanya.

Politikus PKS dari Daerah Pemilihan Malang Raya itu secara khusus mendorong mahasiswa untuk mulai membiasakan diri menyusun policy brief atau naskah rekomendasi kebijakan yang berbasis data dan kajian akademik.

Menurutnya, DPRD sangat membutuhkan masukan dari kalangan akademisi untuk memperkuat fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran.

Policy brief itu sangat bermanfaat bagi DPRD. Kami membutuhkan data, masukan, dan rekomendasi dari masyarakat, terutama dari kalangan intelektual seperti mahasiswa,” jelasnya.

Puguh mencontohkan sejumlah kelompok mahasiswa yang pernah menyampaikan policy brief kepada DPRD Provinsi Jawa Timur terkait berbagai isu strategis, mulai dari persoalan lingkungan, mikroplastik akibat kendaraan bermotor, hingga pengembangan UMKM berbasis digital.

Bahkan, beberapa rekomendasi yang disampaikan mahasiswa tersebut telah menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pemerintah daerah.

“Ada teman-teman mahasiswa yang menyusun kajian tentang mikroplastik di Surabaya, ada juga yang mengkritisi pengembangan UMKM di Jawa Timur. Kajian seperti itu sangat implementatif dan beberapa masuk menjadi pertimbangan kebijakan pemerintah,” tuturnya.

DPRD dan Kampus Perlu Membangun Kolaborasi Berkelanjutan

Selain itu, Puguh juga mengajak mahasiswa untuk aktif mengawal berbagai persoalan di daerah masing-masing melalui pendekatan akademik. Menurutnya, banyak isu lokal yang membutuhkan perhatian dan gagasan dari generasi muda, seperti pengelolaan sampah, kemacetan, tata ruang kota, banjir, pengembangan kawasan industri, hingga sektor pariwisata.

“Mahasiswa bisa mengambil isu-isu lokal tersebut, mengkajinya secara ilmiah, lalu menyampaikannya kepada DPRD dalam bentuk policy brief. Itu bentuk partisipasi yang sangat konstruktif,” ujarnya.

Puguh juga menyoroti perkembangan media sosial sebagai instrumen penting dalam demokrasi modern. Menurutnya, platform digital kini menjadi sarana efektif bagi masyarakat untuk mengawasi dan menilai kinerja pejabat publik.

“Media sosial membuat masyarakat lebih mudah melihat dan mengawasi kinerja pejabat publik. Ini menjadi bagian dari transparansi dan akuntabilitas yang harus terus dijaga,” terangnya.

Menutup pertemuan, Puguh mengapresiasi semangat para mahasiswa Unmer Malang yang berkunjung ke DPRD Provinsi Jawa Timur. Ia berharap kunjungan tersebut menjadi awal kolaborasi yang lebih luas antara kampus dan lembaga legislatif dalam menghasilkan gagasan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya berharap ke depan bisa ada forum diskusi atau seminar di kampus. DPRD dan kampus harus saling terhubung agar lahir solusi-solusi terbaik bagi pembangunan daerah,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu