gerbang baru nusantara

Harga Pakan Naik, Peternak Ayam Petelur di Madura Butuh Bantuan Pemerintah

DPRD Jawa Timur meminta pemerintah segera membantu peternak ayam petelur di Madura yang menghadapi kenaikan harga pakan hingga Rp25.000 per sak. Agus Wahyudi menilai stabilitas harga pakan dan dukungan pemerintah penting untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak.

Try Wahyudi
Sabtu, 27 Juni 2026
Bagikan img img img img
Anggota DPRD Jatim Dapil XIV Madura, Agus Wahyudi, meminta pemerintah segera membantu peternak ayam petelur di Madura yang terdampak kenaikan harga pakan di tengah belum pulihnya harga telur.

DPRD Jatim Minta Pemerintah Segera Intervensi

SURABAYA — Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Agus Wahyudi, mengungkapkan bahwa peternak ayam petelur di Madura mengeluhkan kenaikan harga pakan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut dinilai semakin membebani peternak karena harga telur belum sepenuhnya pulih.

Politikus Partai NasDem itu meminta pemerintah segera mengambil langkah untuk membantu peternak ayam petelur agar kenaikan biaya produksi tidak mengancam keberlangsungan usaha mereka.

"Saya mendapat laporan dari Kabupaten Sumenep bahwa harga pakan naik hingga Rp25.000 per sak dalam dua pekan terakhir," ujarnya, Sabtu (27/06/2026).

Kenaikan Biaya Produksi Dinilai Membebani Peternak

Agus menjelaskan, kenaikan harga pakan yang terjadi dalam waktu singkat menyebabkan biaya produksi peternak terus meningkat. Di sisi lain, harga jual telur belum menunjukkan perbaikan yang signifikan sehingga margin keuntungan peternak semakin tertekan.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah agar sektor peternakan ayam petelur tetap mampu bertahan.

"Masalah ini harus menjadi perhatian pemerintah agar kebutuhan pakan bagi peternak ayam petelur tetap dapat dipenuhi dengan harga yang terjangkau," katanya.

Baca Selengkapnya: DPRD Jawa Timur menyiapkan sejumlah langkah penanganan untuk mengatasi anjloknya harga telur yang merugikan peternak

Stabilitas Harga Pakan Harus Dijaga

Agus menilai kenaikan harga pakan yang berlangsung dalam waktu berdekatan menyulitkan peternak dalam menghitung biaya produksi maupun proyeksi keuntungan usaha.

Apabila kondisi tersebut terus berlangsung, keuntungan peternak dikhawatirkan semakin tergerus bahkan berpotensi mengganggu keberlanjutan usaha peternakan ayam petelur di Madura.

"Kenaikan harga yang terjadi dalam waktu singkat berpotensi menggerus keuntungan peternak, bahkan mengancam keberlangsungan usaha apabila kondisi ini terus berlanjut," jelasnya.

Karena itu, Agus mendorong pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan segera mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga pakan sekaligus menciptakan iklim usaha peternakan yang lebih kondusif.

Baca Selengkapnya:

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu