gerbang baru nusantara

Ketua DPRD Jatim Musyafak Dukung Sensus Ekonomi 2026, Tekankan Kejujuran Data

Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Musyafak Rouf, mengajak masyarakat menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan menerima petugas Badan Pusat Statistik (BPS) dan memberikan data secara jujur, lengkap, serta akurat. Menurutnya, kualitas data akan menentukan ketepatan kebijakan pembangunan ekonomi, pemberdayaan UMKM, investasi, dan pemerataan pembangunan di Jawa Timur.

Gegeh Bagus S
Rabu, 08 Juli 2026
Bagikan img img img img
Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Musyafak Rouf, usai mengikuti pendataan Sensus Ekonomi 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS), mengajak masyarakat memberikan data secara jujur dan mendukung pelaksanaan sensus.

Ketua DPRD Jatim Usai Didata Sensus Ekonomi 2026, Ajak Masyarakat Sampaikan Data Secara Jujur

SURABAYA — Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Musyafak Rouf, mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi aktif menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang tengah diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS).

Ajakan tersebut disampaikan setelah dirinya turut mengikuti pendataan oleh petugas sensus sebagai bagian dari pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Rabu (08/07/2026).

Musyafak menilai Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda strategis yang akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Karena itu, ia mengingatkan pentingnya dukungan seluruh elemen masyarakat agar data yang dihimpun benar-benar akurat dan mencerminkan kondisi riil di lapangan.

"Saya sudah didata oleh petugas Sensus Ekonomi 2026. Saya mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk ikut menyukseskan kegiatan ini dengan menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan data secara jujur, lengkap, dan apa adanya," ujar Musyafak.

Data Akurat Menjadi Dasar Penyusunan Kebijakan

Menurut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, kualitas kebijakan pemerintah sangat bergantung pada kualitas data yang dimiliki. Semakin akurat data yang dihimpun, semakin tepat pula program pembangunan, pemberdayaan pelaku usaha, hingga kebijakan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang dapat dirumuskan.

Musyafak menegaskan, hasil sensus tidak hanya memotret kondisi dunia usaha, tetapi juga menjadi dasar dalam merancang berbagai program ekonomi, mulai dari pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, hingga pemerataan pembangunan antardaerah.

"Data yang kita berikan hari ini akan menjadi pijakan pemerintah dalam mengambil keputusan di masa mendatang. Karena itu, kejujuran masyarakat dalam memberikan informasi menjadi sangat penting agar kebijakan yang lahir benar-benar sesuai kebutuhan," katanya.

Baca Selengkapnya: Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Sri Wahyuni menilai Sensus Ekonomi 2026 menjadi fondasi penting dalam memperkuat pengembangan UMKM dan penyusunan kebijakan ekonomi berbasis data yang akurat

Masyarakat Diminta Mendukung Petugas BPS

Musyafak meminta masyarakat tidak ragu menerima kedatangan petugas sensus yang datang secara resmi dengan identitas dari BPS.

Menurutnya, petugas lapangan menjalankan tugas negara untuk memperoleh gambaran nyata mengenai aktivitas ekonomi masyarakat sehingga memerlukan dukungan dari seluruh warga.

Ia berharap seluruh pelaku usaha, baik skala mikro, kecil, menengah, maupun besar, memberikan informasi yang benar agar potensi ekonomi Jawa Timur dapat dipetakan secara lebih komprehensif.

Selain itu, Musyafak mengingatkan masyarakat agar proaktif apabila hingga batas akhir pelaksanaan sensus belum didatangi petugas.

"Apabila sampai 31 Agustus 2026 petugas belum mendatangi rumah atau lokasi usaha, silakan segera melapor ke kantor BPS setempat agar bisa segera ditindaklanjuti. Jangan sampai ada pelaku usaha yang terlewat dari pendataan," tegasnya.

Baca Selengkapnya: DPRD Provinsi Jawa Timur terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik hingga tingkat desa sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat

Basis Data Lengkap Dukung Pembangunan yang Inklusif

Menurut Musyafak, kelengkapan data menjadi kunci agar tidak ada potensi ekonomi masyarakat yang luput dari perhatian pemerintah. Semakin luas cakupan pendataan, semakin baik pula kualitas informasi yang dihasilkan sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah.

Ia optimistis, dengan partisipasi aktif masyarakat, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Timur akan menghasilkan basis data yang kuat untuk mendukung penyusunan kebijakan ekonomi yang lebih efektif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Mari kita sukseskan bersama demi pembangunan ekonomi Jawa Timur yang semakin maju, merata, dan berkelanjutan," pungkasnya.

Baca Selengkapnya: DPRD Provinsi Jawa Timur juga menekankan pentingnya pendataan yang akurat dalam berbagai sektor pelayanan publik agar kebijakan pemerintah tepat sasaran dan mampu menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu