Tragedi KMP Mutiara Sentosa 2, Nurul Huda Desak Evaluasi Total Tata Kelola Penyeberangan di Jawa Timur
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Nurul Huda meminta evaluasi total tata kelola penyeberangan, pemeriksaan berkala terhadap kapal, serta penguatan kesiapsiagaan SAR menyusul kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep.
DPRD Jatim Soroti Sistem Keselamatan Pelayaran
SURABAYA – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Nurul Huda mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola penyeberangan di Jawa Timur menyusul kebakaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep, Madura, yang mengakibatkan lima orang meninggal dunia.
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut menilai tragedi itu harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem keselamatan pelayaran agar kecelakaan serupa tidak kembali terjadi.
Uji Kelayakan Kapal Harus Diperketat
Menurut Nurul Huda, salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah pemeriksaan berkala terhadap seluruh kapal penyeberangan, termasuk uji kelayakan sebelum kapal diizinkan beroperasi.
"Evaluasi tersebut di antaranya perlu ada pemeriksaan berkala terhadap kapal-kapal yang melayani penyeberangan atau uji kelayakan," ujarnya, Senin (3/8/2026).
Ia juga meminta Dinas Perhubungan Jawa Timur dan instansi terkait memastikan seluruh komponen penting kapal, seperti mesin, sistem navigasi, dan alat komunikasi, berada dalam kondisi baik sebelum kapal diberangkatkan.
Selain itu, Nurul Huda mengingatkan agar operator tidak mengangkut penumpang maupun barang melebihi kapasitas maksimal demi menjaga stabilitas dan keselamatan kapal selama pelayaran.
"Jangan memuat penumpang atau barang melebihi batas maksimal agar kapal tetap seimbang," tegasnya.
Perkuat Sinergi Pengawasan dan Kesiapan SAR
Nurul Huda menilai pengawasan terhadap kapal tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Menurutnya, diperlukan sinergi antara Dinas Perhubungan, syahbandar, dan seluruh pihak terkait sebelum izin berlayar diterbitkan.
Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan rutin terhadap perlengkapan keselamatan (life craft) agar keselamatan penumpang benar-benar terjamin.
Selain pengawasan kapal, Nurul Huda mendorong peningkatan kesiapsiagaan tim SAR melalui pelatihan berkala serta penambahan pos penyelamatan di titik-titik strategis.
"Misalnya di titik tertentu disiapkan posko SAR dan tim penyelamat. Selama ini lokasi posko masih jauh sehingga kecepatan pertolongan terhadap korban kurang maksimal," katanya.
Baca Selengkapnya:
-
Abdul Halim Ketua Komisi D samnpaikan belasungkawa bagi korban insiden KMP Mutiara Sentosa 2 dan desak investigasi menyeluruh juga penguatan standar keselamatan transportasi laut agar insiden serupa tidak lagi terulang
-
Senada, Abrari Dapil XIV Madura juga tekankan pemeriksaan ketat bagi seluruh kapal pengangkut penumpang pasca insiden KMP Mutiara Sentosa 2
-
Buntut kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2, Anggota DPRD Jatim Agung Mulyono mendesak Dishub dan Syahbandar memperketat uji kelayakan kapal serta mendukung investigasi tuntas
Berdasarkan data yang disampaikan dalam naskah, sebanyak 236 penumpang dan awak KMP Mutiara Sentosa 2 berhasil dievakuasi setelah kebakaran yang terjadi pada Minggu (2/8/2026). Lima orang dinyatakan meninggal dunia.
Hingga Senin (3/8/2026), tim SAR gabungan masih melanjutkan proses pencarian sambil mencocokkan jumlah korban yang berhasil dievakuasi dengan data manifes penumpang.










