gerbang baru nusantara

Kolaborasi Disbudpar dan DPRD Jatim Gelar Wayang Kulit untuk Lestarikan Budaya

Disbudpar Jatim bersama DPRD Jatim menggelar wayang kulit sebagai upaya melestarikan warisan budaya sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni tradisional.

Anik Hasanah
Minggu, 12 Juli 2026
Bagikan img img img img
Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Jatim Sadari bersama Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso menghadiri pergelaran wayang kulit sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya di kawasan Sukomanunggal, Minggu malam (12/07/2026).

Disbudpar dan DPRD Jatim Gelar Wayang Kulit untuk Lestarikan Budaya

SURABAYA – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur bersama DPRD Provinsi Jawa Timur menggelar pergelaran wayang kulit sebagai upaya melestarikan warisan budaya bangsa. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi pemerintah dan legislatif dalam menjaga eksistensi budaya tradisional di tengah perkembangan zaman.

Pergelaran wayang kulit yang digelar bersama DPRD Provinsi Jawa Timur tersebut dihadiri unsur pemerintah, legislator, dan masyarakat di kawasan Sukomanunggal. Selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap wayang kulit.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Jatim, Sadari, mengatakan pergelaran wayang kulit merupakan bentuk kolaborasi pemerintah dan DPRD dalam melestarikan budaya. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya Indonesia.

“Kegiatan pada malam hari ini merupakan kerja sama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur bersama DPRD Provinsi Jawa Timur. Ini merupakan langkah upaya kita bersama dalam melestarikan warisan budaya kita,” ujar Sadari, Minggu malam (12/07/2026).

Sadari menjelaskan wayang telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda sejak 2003. Pengakuan tersebut kemudian diikuti oleh sejumlah warisan budaya Indonesia lainnya, seperti keris, gamelan, pencak silat, jamu, dan Reyog Ponorogo.

DPRD Jatim Dorong Wayang Kulit Jadi Media Pembelajaran Budaya

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, mengatakan kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik maupun pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, budaya merupakan identitas yang harus terus dijaga.

“Sejatinya bangsa yang besar, kota yang maju adalah suatu bangsa, suatu kota, suatu masyarakat yang selalu menjaga nilai-nilai budaya, salah satunya wayang kulit sebagai bagian dari kehidupan kita sehari-hari,” kata Cahyo.

Cahyo mengajak masyarakat menjadikan pergelaran wayang kulit sebagai media pembelajaran budaya. Ia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam wayang dapat diwariskan kepada generasi penerus.

“Mari kita perhatikan, kita tonton pergelaran wayang kulit ini, kita hayati lalu kita lestarikan. Kita ajarkan kepada generasi penerus kita agar sesuatu kekayaan yang dimiliki oleh kita ini tidak lekang oleh waktu,” ujarnya.

Menurut Cahyo, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan dengan mempertahankan pertunjukan, tetapi juga perlu memastikan generasi muda mengenal, memahami, dan meneruskan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Pergelaran Budaya Diharapkan Perkuat Ekosistem Seni dan Pariwisata

Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan budaya yang juga menghadirkan pertunjukan campursari. Menurutnya, kegiatan sedekah bumi menjadi bentuk rasa syukur atas anugerah yang diberikan Tuhan.

“Moga-moga acara pada hari ini, acara sedekah bumi yang tentu kita mensyukuri apa yang sudah diberikan dari Allah SWT yang dianugerahkan kepada kita semua,” kata Bambang.

Pergelaran wayang kulit tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan kebudayaan dapat menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, legislatif, masyarakat, dan pelaku seni dalam menjaga keberlanjutan budaya tradisional.

Baca Selengkapnya:

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu