gerbang baru nusantara

Gelombang Laut 2,7 Meter, Dewanti Rumpoko Imbau Nelayan Malang Selatan Waspada

Gelombang laut hingga 2,7 meter diperkirakan melanda perairan Malang Selatan. Dewanti Rumpoko mengimbau nelayan dan wisatawan meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan.

Try Wahyudi
Kamis, 20 Agustus 2026
Bagikan img img img img
Anggota DPRD Jawa Timur Dewanti Rumpoko mengimbau nelayan dan masyarakat pesisir Malang Selatan mewaspadai gelombang tinggi hingga 2,7 meter.

MALANG — Ancaman cuaca ekstrem kembali membayangi kawasan perairan pesisir selatan Jawa Timur. Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tinggi gelombang di perairan Malang Selatan diperkirakan dapat mencapai 2,7 meter dalam beberapa hari ke depan.

Anggota DPRD Jatim Dewanti Rumpoko mengatakan kondisi gelombang tinggi tersebut turut disertai angin kencang yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran, khususnya bagi para nelayan tradisional yang menggunakan kapal berukuran kecil.

Politikus PDI Perjuangan ini mengimbau seluruh masyarakat pesisir, khususnya para nelayan dan wisatawan, agar meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi arahan keselamatan dari petugas di lapangan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para nelayan di kawasan pesisir Malang Selatan, untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi ini demi keselamatan bersama," ujar mantan Wali Kota Batu ini, Kamis (20/8/2026).

Dewanti menjelaskan, ketinggian ombak tersebut masuk dalam kategori berbahaya bagi kapal kecil sehingga nelayan disarankan untuk tidak melaut sementara waktu hingga kondisi perairan kembali kondusif.

"Tak hanya itu, wisatawan dan warga lokal diminta untuk menghindari aktivitas di bibir pantai atau area rawan terjangan ombak besar," jelasnya.

Pihak legislatif provinsi berharap langkah antisipasi dini ini dapat meminimalkan risiko kecelakaan laut (laka laut) serta kerugian materiil bagi para pelaku usaha perikanan di pesisir selatan Malang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi memperkirakan adanya gelombang setinggi 2,7 meter dalam beberapa hari ke depan.

Intensitas gelombang laut tersebut sudah masuk dalam kategori tinggi dan berbahaya. Menurutnya, angin kencang yang menimbulkan gelombang tinggi tersebut dipicu oleh puncak musim kemarau akibat aktivitas Muson Australia yang sangat intens.

Berdasarkan analisis cuaca, gelombang tinggi di wilayah tersebut diperkirakan masih berlangsung signifikan hingga 21 Agustus 2026. Kondisi perairan diprediksi mulai melandai secara bertahap pada 22 dan 23 Agustus 2026. (Yudhie)


Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu