Blunder Bandar Narkoba Terbongkar! Rasiyo Peringatkan Bahaya Nyata Jaringan Jakarta-Surabaya-Lombok
Anggota Komisi E DPRD Jatim Rasiyo menyoroti peredaran narkoba lintas daerah dan mendorong penguatan pengawasan serta pencegahan melalui keluarga, sekolah, dan masyarakat.
SURABAYA – Pengungkapan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 5,4 kilogram yang disembunyikan di dalam ban serep mobil di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, mengungkap adanya jaringan peredaran narkoba yang menghubungkan Jakarta, Surabaya, hingga Lombok.
Kasus tersebut kembali menunjukkan adanya modus penyelundupan narkotika melalui jalur darat dan laut yang memanfaatkan sejumlah wilayah sebagai jalur distribusi.
Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Rasiyo, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan pencegahan serta pembentukan karakter generasi muda di Jawa Timur.
Rasiyo Dorong Penguatan Pengawasan Jalur Peredaran Narkoba
Menurut politikus Partai Demokrat ini, peredaran narkoba dengan modus operandi yang semakin beragam menunjukkan bahwa ancaman narkotika perlu mendapat perhatian serius.
“Saya menekankan bahwa penanggulangan bahaya narkotika tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum semata, melainkan memerlukan gerakan semesta yang melibatkan peran aktif keluarga, lembaga pendidikan, serta masyarakat luas,” jelasnya, Rabu (16/09/2026).
Rasiyo juga menyoroti jalur lintas daerah seperti poros Jakarta-Surabaya-Lombok yang dapat dimanfaatkan oleh jaringan peredaran narkoba untuk mendistribusikan barang terlarang antarpulau.
Menyikapi hal tersebut, mantan Sekdaprov Jatim ini mendorong peningkatan sinergi pengawasan di titik-titik transit strategis, kawasan pelabuhan, jalan tol, serta jalur perbatasan wilayah.
Pencegahan Perlu Melibatkan Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat
Lebih lanjut, Rasiyo mengingatkan bahwa benteng pertahanan utama dalam menangkal pengaruh buruk narkotika berawal dari keharmonisan dan komunikasi yang baik di dalam keluarga.
“Orang tua diminta agar senantiasa memantau pergaulan anak-anak mereka guna mencegah terjerumusnya generasi penerus bangsa ke dalam lingkaran hitam narkoba,” kata pria asal Madiun ini.
Sebelumnya, tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Jawa Timur I dan Rutan Kelas I Surabaya mengungkap penyelundupan sabu yang disembunyikan di dalam ban serep mobil di Pelabuhan Tanjung Perak. Barang tersebut disebut hendak dibawa menuju Lombok dan terkait jaringan Jakarta-Surabaya-Lombok.
Baca Selengkapnya:
-
Sri Wahyuni mendorong pendekatan tiga pilar berupa edukasi, penanggulangan, dan rehabilitasi serta kolaborasi pemerintah, aparat hukum, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat
-
Lilik Hendarwati meminta pengawasan jalur laut dan pelabuhan diperkuat serta mendorong sinergi pemerintah, aparat penegak hukum, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mencegah peredaran narkoba
-
DPRD Jatim sebelumnya meminta implementasi Perda P4GN diperkuat dan dievaluasi agar tidak berhenti sebagai regulasi administratif, tetapi diterapkan melalui pencegahan, edukasi, deteksi dini, dan keterlibatan masyarakat hingga tingkat akar rumput
Pengungkapan tersebut menjadi perhatian karena memperlihatkan adanya upaya memanfaatkan jalur transportasi antarpulau untuk distribusi narkotika.
Menurut Rasiyo, penguatan pengawasan perlu berjalan beriringan dengan pencegahan di lingkungan keluarga, pendidikan, dan masyarakat. Dengan keterlibatan berbagai pihak, upaya pemberantasan dan pencegahan peredaran narkoba di Jawa Timur dapat dilakukan secara lebih terpadu. (Yudhie)










