Ancaman Influenza Masif di Sekolah Surabaya, Lilik Hendarwati Minta Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Anak-Anak
Anggota DPRD Jatim Lilik Hendarwati mendorong penguatan mitigasi influenza di lingkungan sekolah melalui edukasi, pemeriksaan kesehatan, dan pencegahan penularan.
SURABAYA – Peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan dan influenza pada anak-anak di Surabaya mendapat perhatian dari kalangan legislatif.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Lilik Hendarwati, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Berdasarkan pengamatannya di lapangan, khususnya di lingkungan sekolah menengah, penularan influenza antarsiswa dilaporkan terjadi secara bergantian.
“Aura mitigasi di sekolah-sekolah ini perlu ditingkatkan karena ada pemeriksaan intensif. Utamanya di sekolah, karena sekolah itu tempat anak-anak berkumpul, dan kemudian satu terserang, hampir satu kelas itu terserang,” ujar Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim ini, Rabu (16/09/2026).
Baca Selengkapnya:
-
Puguh Wiji Pamungkas meminta Dinkes Jatim bergerak cepat dan memperkuat pencegahan, termasuk edukasi PHBS serta penguatan peran sekolah dalam mitigasi penyebaran influenza
-
Fraksi PDIP DPRD Jatim sebelumnya meminta Pemprov meningkatkan kewaspadaan dini, memperkuat deteksi di tingkat puskesmas, sekolah, pesantren, dan fasilitas publik, serta melindungi kelompok rentan termasuk anak-anak
-
Sri Wahyuni mengimbau masyarakat Jawa Timur tetap waspada terhadap isu super flu, tetapi tidak panik
Lilik Dorong Dinkes Ambil Langkah Taktis Hadapi Penyebaran Virus
Menurutnya, fenomena tersebut perlu mendapat perhatian. Pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, didorong untuk mengambil langkah taktis guna mencegah perluasan penularan tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Sebagai langkah responsif, Lilik memaparkan tiga poin penting yang perlu segera dilakukan pemerintah dan instansi terkait, yaitu meningkatkan kesadaran kolektif, mengoptimalkan akses pemeriksaan medis, serta mendorong individu yang mengalami gejala untuk beristirahat dan menghindari kerumunan.
“Pemerintah perlu menggalakkan kampanye kesadaran mengenai adanya potensi penyebaran influenza. Sosialisasi ini penting dilakukan secara masif tanpa memicu kepanikan berlebih (panic buying atau ketakutan massal) di masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, kata dia, perlu dilakukan optimalisasi akses pemeriksaan medis.
“Masyarakat yang menunjukkan gejala sakit diminta segera memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat seperti puskesmas guna mendapatkan diagnosis dan penanganan dini,” jelasnya.
Tak hanya itu, kata Lilik, individu yang mengalami gejala disarankan beristirahat di rumah dan menghindari tempat-tempat umum atau kerumunan padat, termasuk lingkungan sekolah dan tempat kerja, demi mengurangi risiko penularan.
Kondisi Penyebaran Influenza di Surabaya dan Upaya Mitigasinya
Sebelumnya, Pemerintah Kota Surabaya menyebut terdapat sedikit peningkatan kasus demam dan influenza dalam beberapa waktu terakhir. Namun, kondisi tersebut masih dinilai dalam batas yang wajar dan masyarakat diimbau menjaga daya tahan tubuh tanpa merasa cemas secara berlebihan.
Di sisi lain, laporan dari salah satu rumah sakit di Surabaya menunjukkan peningkatan pasien influenza dalam sepekan terakhir, dengan ruang anak dan instalasi gawat darurat dilaporkan dipenuhi pasien. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya kewaspadaan dan pencegahan, terutama pada kelompok anak.
Dengan kondisi tersebut, penguatan edukasi, akses layanan kesehatan, dan koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam upaya mencegah penularan influenza di lingkungan sekolah dan masyarakat. (Yudhie)










