gerbang baru nusantara

Teater Asal Jepang Tampil di Magetan, Diana Sasa: Ruang Kebudayaan Masih Dicintai Warga

Anggota DPRD Jawa Timur Diana Sasa mengapresiasi antusiasme warga Magetan menyaksikan pertunjukan Puchi Mari Mari, kelompok teater asal Jepang yang menghadirkan ruang perjumpaan dan pertukaran budaya.

Gegeh Bagus S
Jumat, 18 September 2026
Bagikan img img img img
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Diana Sasa mengapresiasi antusiasme warga Magetan saat menyaksikan pertunjukan Teater Kaki Lima Puchi Mari Mari dari Jepang, Kamis (17/09/2026) malam.

Teater Asal Jepang Tampil di Magetan, Diana Sasa: Ruang Kebudayaan Masih Dicintai Warga

MAGETAN – Suasana berbeda terasa di halaman Kantor Perpustakaan Magetan, Kamis (17/09/2026) malam. Warga dari berbagai kalangan berkumpul menikmati pertunjukan Teater Kaki Lima Puchi Mari Mari, kelompok teater asal Jepang yang hadir langsung di tengah masyarakat.

Pertunjukan tersebut mendapat sambutan antusias. Penonton tidak hanya menyaksikan dari kejauhan, tetapi juga merasakan kedekatan dengan para pemain karena pementasan digelar dengan konsep sederhana dan interaktif.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Diana Sasa mengapresiasi kehadiran Puchi Mari Mari sekaligus antusiasme masyarakat Magetan yang ikut meramaikan pertunjukan tersebut.

“Terima kasih kepada teman-teman Teater Kaki Lima Puchi Mari Mari yang sudah datang ke Magetan dan menghadirkan pertunjukan yang sangat dekat dengan masyarakat. Saya juga mengapresiasi masyarakat yang semalam datang dan ikut meramaikan,” ujar Diana di Magetan, Jumat (18/09/2026).

Diana Sasa Apresiasi Antusiasme Warga Magetan

Menurut Diana, antusiasme warga dari berbagai kelompok usia menjadi tanda bahwa ruang-ruang kebudayaan masih memiliki tempat di tengah masyarakat.

Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada satu pertunjukan. Interaksi langsung antara masyarakat dan seniman dari negara lain, kata Diana, dapat memberikan pengalaman baru sekaligus memperluas wawasan masyarakat mengenai keberagaman budaya.

“Masih banyak masyarakat yang peduli terhadap kebudayaan dan terbuka untuk mengenal kebudayaan dari negara lain,” katanya.

Kesan serupa disampaikan Lingga, salah seorang penonton. Baginya, kehadiran seniman Jepang dan pertunjukan yang berlangsung langsung di tengah masyarakat menjadi pengalaman berbeda.

“Ini pengalaman pertama saya melihat pertukaran budaya seperti ini, di mana orang Jepang datang dan tampil langsung di tengah-tengah kita. Rasanya berbeda ketika kita melihat kebudayaan Jepang hanya dari media,” ujarnya.

Lingga berharap konsep pertunjukan yang segar dan dekat dengan masyarakat tersebut dapat terus digelar.

“Kita bisa saling mengenal budaya, menjaga nilai budaya yang kita punya, sekaligus belajar dari budaya lain,” katanya.

Pertunjukan Teater Jadi Ruang Pertukaran Budaya

Pertunjukan Puchi Mari Mari di Magetan merupakan bagian dari rangkaian pentas keliling kelompok tersebut di sejumlah wilayah Solo Raya dan eks-Keresidenan Madiun.

Dalam rangkaian pertunjukan tersebut, Kelompok Hidup menjadi fasilitator sekaligus mitra produksi Pergelaran Handai Taulan.

Puchi Mari Mari dikenal sebagai kelompok teater asal Jepang yang mengedepankan interaksi langsung dengan masyarakat. Pementasannya tidak bergantung pada panggung besar, tata cahaya, maupun perangkat pertunjukan yang kompleks.

Konsep tersebut membuat jarak antara pemain dan penonton menjadi lebih dekat. Pertunjukan pun tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga membuka ruang perjumpaan dan pertukaran pengalaman budaya secara langsung.

Baca Selengkapnya:

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu