gerbang baru nusantara

Komisi E Minta Kader Jumantik Dilibatkan Sosialisasikan Penyakit Demam Berdarah

Komisi E Minta Kader Jumantik Dilibatkan Sosialisasikan Penyakit Demam Berdarah

Panca Indra
Senin, 04 Februari 2019
Bagikan img img img img

Komisi E Minta Kader Jumantik Dilibatkan Sosialisasikan Penyakit Demam Berdarah

Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DB) di Jatim sebanyak 3.686 orang dengan 55 orang meninggal dunia membuat DPRD Jatim prihatin. Oleh karena itu pihaknya meminta pemerintah baik Provinsi, Kabupaten/Kota di Jawa Timur untuk mensosialisasikan dengan melibatkan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) untuk menyelesaikan kasus Demam Berdarah tersebut. Hal ini disampaikan oleh Anggota komisi E DPRD Jatim, Moch. Eksan ditemui di DPRD Jatim, Senin (4/2).

Menurut Eksan Politisi asal Fraksi Nasdem ini, seharusnya pemerintah setiap tahunnya atau menjelang musim hujan harus mempunyai program kampanye kesehatan tentang DB yang bekerjasama dengan kader Jumantik kemudian disosialisasikan ke masyarakat.

Lebih lanjut, DB ini merupakan penyakit tahunan yang seharusnya bisa ditangani dengan cepat dengan sosialisasi perilaku hidup sehat, misalnya ada genangan air harus ditutup, kemudian bak mandi harus dikuras dan dikasih obat.

"Sejak menjadi Anggota DPRD menjabat hingga sekarang saya nilai penanganan DB ini selalu terlambat untuk diantisapasi, seharusnya DB ini bisa diantisapasi jauh - jauh hari,"ujar Eksan politisi asal Jember – Lumajang ini.

Oleh Karena itu, Kader Jumantik yang dimiliki Dinas Kesehatan yang ada di tiap - tiap desa di Jatim seharusnya diturunkan ke lapangan untuk mensosialisasikan hidup sehat tersebut. "Kader Jumantik harus turun menyapa masyarakat secara dari pintu ke pintu untuk disadarkan secara bersama - sama bagaimana cara hidup sehat, sehingga korban demam berdarah ini dapat dicegah sedini mungkin," tegasnya.

Seperti diketahui, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur mengungkapkan hingga Januari - Pebruari total jumlah penderita kini mencapai 3.686 orang dengan 55 orang meninggal dunia.

Kadinkes datang ke Kabupaten Kediri, karena jumlah kasus yang ditemukan di kabupaten ini cukup menonjol, sehingga dinas kesehatan provinsi memberikan perhatian khusus. Sejak Januari hingga 2 Februari 2019, jumlah temuan kasus DBD di Kabupaten Kediri mencapai 416 kasus, dengan 12 orang di antaranya meninggal dunia

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu